Soal Pidato Gatot, Ryamizard: TNI Harus Utamakan Rakyat

Selasa, 16 April 2019 - 08:34 WIB
Soal Pidato Gatot, Ryamizard:...
Soal Pidato Gatot, Ryamizard: TNI Harus Utamakan Rakyat
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu membantah pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo mengenai anggaran TNI yang disebutnya kecil.

Dalam pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya, Jumat akhir pekan lalu, Gatot menyinggung minimnya anggaran militer.

Pernyataan Gatot ditampik oleh Ryamizard. Menhan mengatakan alokasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk TNI saat ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

“Sudahlah, Gatot, kurang apalagi? Anggaran kita sebelumnya di bawah Rp50 triliun kan? Sekarang sudah Rp108 triliun. Mau ngambil uang rakyat? Enggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dululah diutamakan,” tandas Ryamizard di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin 15 April 2019.

Bahkan Ryamizard mengatakan, anggaran pertahanan telah mengalami kenaikan sejak masa Gatot menjadi Panglima TNI pada periode 2015-2017.

Menurut Ryamizard, TNI adalah tentara rakyat sehingga sudah sewajarnya jika TNI mendahulukan kepentingan rakyat, yaitu APBN diutamakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kita enggak usah seperti India, anggaran militernya besar tapi banyak rakyatnya yang masih susah. Kita tidak ingin seperti itu. Rakyat dulu yang diutamakan, masa kita menomor sepuluhkan rakyat. Kalau itu bukan tentara rakyat, tidak benar itu,” tuturnya.

Dia menambahkan, anggaran pertahanan harus disesuaikan dengan kondisi ancaman negara. Saat ini, Indonesia masih jauh dari ancaman perang berskala besar.

Ancaman terhadap Indonesia saat ini, kata Ryamizard, adalah terorisme, separatisme, dan narkoba.

Situasi pertahanan itu ada ancaman nyata dan ancaman belum nyata. Ancaman nyata itu terorisme dan separatisme. Yang belum nyata adalah perang besar. Itu masih jauh.

Menurut dia, jika masyarakat Indonesia yang berpenduduk lebih 260 juta jiwa dapat menjaga persatuan, maka negara lain tidak berani melakukan ancaman perang terhadap Indonesia.
(dam)
Berita Terkait
Kemhan Serahkan 769...
Kemhan Serahkan 769 Unit Alat Pertahanan & Keamanan ke TNI, Tambah Kekuatan Militer Indonesia
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Heboh Laman Resmi Kemhan...
Heboh Laman Resmi Kemhan Diduga Diretas, Brigjen TNI Edwin: Kami Sedang Dalami
Profil Ida Bagus Purwalaksana,...
Profil Ida Bagus Purwalaksana, Jenderal Bintang Tiga yang Pernah Duduki Jabatan Strategis di Kemhan
Prabowo Lantik Sekjen...
Prabowo Lantik Sekjen Kemhan Marsda TNI Donny Ermawan
India Buka Peluang Ekspor...
India Buka Peluang Ekspor Pertahanan ke Indonesia
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved