TGB: Pemimpin Tidak Boleh Mengumbar Emosional

Rabu, 10 April 2019 - 12:53 WIB
TGB: Pemimpin Tidak...
TGB: Pemimpin Tidak Boleh Mengumbar Emosional
A A A
JAKARTA - Sisi religiusitas masih menjadi faktor penting untuk memilih calon presiden di Indonesia. Karena itu, sosok yang mampu mengimplementasikan ajaran luhur beragama dalam sikap dan perbuatan sangat penting.

Setiap ajaran agama di Indonesia mengajarkan umatnya untuk berbuat baik. Terutama bagi pemimpin yang dituntut pula punya hati dan pikiran yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan.

Ketua DPP Golkar Bidang Keumatan, Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) menilai, ajaran agama apapun itu membimbing seseorang untuk melaksanakan kebaikan dan menjauhi hal-hal negatif.

Dalam Islam, kata TGB, seseorang yang beriman akan selalu memancarkan sikap yang positif dan menjauhi hal negatif.

Kewajiban untuk bersikap positif dan menjauhi hal negatif juga menjadi ciri seorang pemimpin yang Islami.

Menurut TGB, pemimpin yang islami tak akan menebar kebecian. Pemimpin yang Islami juga tak akan bertindak emosional. "Karenanya pemimpin yang kerap mengumbar emosi bukanlah seorang pemimpin yang Islami," kata TGB, Rabu (10/4).

TGB menilai, ciri pemimpin yang Islami ada pada sosok Jokowi. Menurutnya, Jokowi adalah pemimpin yang bijak dan tak mengumbar emosi.

Kualitas sikap kepemimpinan yang Islami ini juga tercermin dari praktik keseharian Jokowi yang tak pernah jauh dari ajaran agama. TGB bersaksi bahwa Jokowi adalah seorang pemimpin Muslim yang taat.

"Kita bangga sebagai negara Muslim dengan populasi terbesar di dunia dianugerahi Allah pemimpin yang bisa menjadi suri tauladan. Bagaimana pak Jokowi mampu menjalankan negara penuh dengan nilai-nilai luhur keislaman yang damai dan sejuk," ujar TGB.

TGB mengatakan, manusia tak ada yang sempurna. Pun halnya Jokowi. Namun di balik ketidaksempurnaan itu, kepemimpinan Jokowi dinilainya berusaha maksimal tidak melenceng dari nilai-nilai keislaman.

TGB mencontohkan bagaimana Jokowi mampu menghadirkan negara untuk membantu kaum lemah. Negara, kata TGB, juga mampu menjadi garda untuk menjaga hak-hak warga negaranya.
"Nilai-nilai Keislaman dalam menjalankan pemerintahan dijalankan oleh Pak Jokowi dengan penuh kemanusiaan. Sebab nilai Islam erat kaitannya dengan nilai kemanusiaan," kata Jokowi.
"Keislaman seseorang bisa dilihat dari rekam jejaknya. Pemimpin yang Islami tak hanya sekadar ucapan tapi terlihat dari perbuatannya," kata TGB.
(pur)
Berita Terkait
Pilpres 2024, Golkar...
Pilpres 2024, Golkar Mulai Kaji Pasangan Airlangga Hartarto
Wasekjen Sebut Golkar...
Wasekjen Sebut Golkar Solid, Fokus Hadapi Pemilu dan Pilpres 2024
6 Provinsi Lumbung Suara...
6 Provinsi Lumbung Suara Partai Golkar di Pemilu 2019
Panaskan Mesin Partai...
Panaskan Mesin Partai untuk Pilpres 2024, Bapilu Golkar Gelar Konsolidasi
Partai Golkar Klaim...
Partai Golkar Klaim Belum Persiapan Pilpres 2024
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved