Voxpol: Pertumbuhan Ekonomi Rendah Berdampak pada Elektabilitas Petahana

Selasa, 09 April 2019 - 16:27 WIB
Voxpol: Pertumbuhan...
Voxpol: Pertumbuhan Ekonomi Rendah Berdampak pada Elektabilitas Petahana
A A A
JAKARTA - Sejumlah lembaga internasional memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 berkisar pada 5,2%. Bahkan, salah satu lembaga, Moodys Investor Services meproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia <5%.

Angka ini lebih kecil dari target pemerintah yang tertuang dalam UU APBN 2019 sebesar 5,3% serta jauh dari janji Presiden Joko Widodo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengingatkan elektabilitas petahana saat ini tak lebih dari 55%. Salah satu faktor yang membuat elektabilitas tersebut ialah tingkat kepuasan pemilih dalam bidang ekonomi.

Ia pun menegaskan bahwa persoalan ekonomi merupakan masalah yang sangat serius.

"Elektabilitas pak Jokowi sampai sekarang tidak melewati 55 % ya, salah satu faktornya adalah masalah ekonomi jadi kalau kita tanya di hasil survei itu apa masalah yang mendesak atau masalah yang serius, itu perbaikan ekonomi," jelas Pangi di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Direktur Voxpol Institute ini menambahkan, dari sekian hasil survei, persoalan ekonomi menempati tingkat ketidakpuasan yang tinggi. Bahkan, isu tersebut mengalahkan bidang lain seperti pariwisata atau kesehatan.

"Tidak ada yang mengatakan masalah pariwisata atau masalah gizi buruk. Jadi artinya apa? Jadi, masalah pertumbuhan ekonomi yang hanya 5% ini langsung mempunyai efek terhadap elektabilitas pak Jokowi termasuk kepuasan terhadap pemerintahan," sambungnya.

Merujuk pada persoalan ekonomi, Pangi memaparkan di antaranya ialah perlunya pada perbaikan daya beli masyarakat untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, persoalan lain yang yang juga ia sorot ialah harga tiket pesawat internasional lebih murah ketimbang dari penerbangan domestik.

"Problemnya banyak sih, mata uang kita juga tidak terlalu baik, utang juga banyak, lapangan pekerjaan juga tidak terlalu menjanjikan daya beli juga tidak terlalu bagus, pariwisata juga bermasalah," urainya.

Posisi petahana saat ini pun berbeda dengan ketika Susilo Bambang Yudhoyono kembali mencalonkan diri pada 2009 lalu. Pangi memaparkan, kala itu elektabilitas SBY berada diatas 60%. Alhasil, Jokowi kini berada pada kondisi riskan jelang pencoblosan.

"Kalau kita bandingkan di era SBY kan kepuasannya 70% elektabilitasnya jadi di atas 60%. Sementara ini 51% saja masih susah, artinya pak Jokowi masih kalah kenapa, karena masalahnya di masalah ekonomi," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved