Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan
Sabtu, 06 April 2019 - 06:10 WIB
Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan
A
A
A
JAKARTA - Partai Perindo satu-satunya partai politik baru yang paling berpotensi lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di Pemilu 2019. Hal itu dikuatkan hasil survei sejumlah lembaga survei.
Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) misalnya, menyebut Partai Perindo mendapatkan tingkat keterpilihan di masyarakat sebesar 4,7%. Hasil itu mendapatkan kenaikan bila dibandingkan dengan survei JSI yang dilakukan pada Oktober 2018 lalu. Di mana saat itu, partai yang diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo mendapat elektabilitas senilai 3,2%.
Pada Senin 11 Maret 2019, Voxpol Center Research and Consulting juga merilis hasil survei terbarunya yang menyebut tingkat keterpilihan Partai Perindo sebesar 3,5%. Perindo bahkan mampu melampaui Partai Hanura yang memperoleh 1,1%, PBB sebesar 0,8%, Partai Berkarya sebesar 0,7%, PSI sebesar 0,5%.
(Baca juga: Elektabilitas Terus Naik, Perindo Berpeluang Besar Lolos ke Senayan) Berada posisi dua terakhir yaitu PKPI sebesar 0,4% dan posisi elektabilitas “paling bawah” ditempati Partai Garuda dengan perolehan tingkat elektabilitas partai sebesar 0,3%.
![Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan]()
Selanjutnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya pada Kamis 21 Februari 2019 hanya Perindo yang masuk 10 besar partai baru yang lolos ke Parlemen di deretan partai politik yang akan berlaga dalam Pileg 2019. Perindo memperoleh elektabilitas sebesar 3,6%.
Di bawahnya ada PPP 3,5% dan PAN dengan 1,5%. Selanjutnya untuk Hanura, PSI, Garuda, Berkarya, PBB, dan PKPI angka dukungannya masih di bawah 1%.
Peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar, mengatakan bahwa pemilih di Indonesia disederhanakan menjadi enam kantong suara, yakni kantong pemilih muslim, minoritas, milenial, wong cilik, emak-emak, dan kalangan terpelajar.
“Perindo sebagai partai baru mulai menggeliat, tidak hanya mengungguli partai baru, tapi juga sebagian partai lama,” kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 21 Februari 2019.
![Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan]()
Pada survei LSI Denny JA sebelumnya yang dilakukan mulai Agustus hingga Desember 2018, partai Perindo paling berpotensi lolos parliamentary threshold 4% dibandingkan parpol baru lain seperti PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.
Dari empat partai baru tersebut, elektabilitas Partai Perindo masih bergerak naik-turun antara 1-3%. Sementara elektabilitas tiga partai lainnya yaitu PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda selalu di bawah 1% atau masuk dalam kategori parnoko, partai nol koma.
Secara statistik, elektabilitas Perindo pada lima bulan terakhir berada pada angka 1-3%. Agustus 2018 tercatat 1,7%, September 1,4%, Oktober 3,0%, November 2,2%, dan Desember 1,9%. Jika ditambah dengan margin of error survei 2,9%, Partai Perindo bisa mencapai batas minimal 4%.
LSI Denny mencatat ada tiga faktor yang menguatkan sekaligus mendongkrak elektabilitas Perindo. Pertama, figur Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) yang masuk dalam daftar lima ketum parpol bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh. "Ketum partai lainnya hanya dikenal di bawah 50%," paparnya.
![Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan]()
Faktor kedua, kekuatan jaringan media MNC Group yang dimiliki HT, informasi, dan kampanye parpol bisa menjangkau pemilih dengan cepat dan luas. Ketiga, kekuatan logistik yang memadai.
Yang terbaru, berdasarkan survei nasional terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Perindo melampaui PAN, PPP, Nasdem dan Hanura yang telah menjadi kontestan Pemilu 2014. Di antara partai baru, elektabilitas partai berlambang rajawali biru ini paling tinggi.
Dalam survei pada Maret 2019 itu, elektabilitas Perindo sebesar 3,9%. Angka ini sama dengan PKS. Perindo menyalip PAN 3,1%, PPP 2,9%, dan Nasdem 2,5%.
Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang paling potensial menembus PT 4%. Selain elektabilitas yang sudah sangat tipis dengan batas PT, survei juga memiliki margin of error yang bisa mendongkrak elektabilitas Perindo.
"Jika margin of error dinaikkan ke atas atau dibulatkan ke atas, maka Perindo memiliki peluang lolos PT. Berbeda dengan tiga partai baru lainnya masih cukup berat untuk lolos PT seandainya margin of error nya dinaikkan," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (5/4/2019).
![Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan]()
Sementara, Survei Charta Politika menujukkan dua partai baru peserta Pemilu 2019, yakni Partai Perindo dan PSI berpeluang lolos ke Parlemen. Meskipun saat ini belum mencapai ambang batas parlemen alias presidential threshold.
“PSI dan Perindo berpeluang lolos masuk parlemen. Elektabilitas PSI di angka 2,2 persen dan Perindo 2,0 persen. Maka, dengan angka margin of error 2,19 persen, dua partai ini berpotensi lolos ke parlemen," ujar Direktur Riset Charta Politika Muslimin saat rilis hasil survei bertajuk "Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan?" di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).
Meskipun elektabilitas tidak mencapai angka parliamentary threshold atau ambang batas masuk parlemen 4%. Namun, dua partai berpeluang lolos dengan memerhatikan margin of error dan undicided voters yang masih besar dimana diangka 11,7%.
Apalagi, tingkat kemantapan pilihan pemilih terhadap parpol masih di angka 61,1%. Sementara yang masih mungkin berubah pilihan terhadap parpol sebanyak 10,4% dan yang tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 28,6%. Jadi LSi meyakini, pemilih 10,4% bisa sebagian lari ke PSI dan Perindo.
(Baca juga: Salip Partai Lama, Elektabilitas Perindo Masuk Enam Besar)
Tidak tanggung-tanggung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rakornas Perindo Tahun 2019 juga mengungkapkan hasil survei yang menyebut elektabilitas Perindo sebesar 4,7% atau sudah melampaui syarat 4%. Jokowi menilai partai Perindo mempunyai infrastruktur pemenangan yang lengkap pada Pemilu 2019.
Jokowi juga mengungkapkan, partai yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo (HT) itu dinilai merupakan partai yang selama empat tahun manejemen perencanaannya paling rapi.
"Ya memang betul kalau kita lihat dalam waktu berapa tahun, empat tahun ini bisa manajemen perencanaannya bisa rapi," kata Jokowi saat menghadiri acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/3/2019).![Sejumlah Survei Ungkap Peluang Perindo Lolos ke Senayan]()
Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) misalnya, menyebut Partai Perindo mendapatkan tingkat keterpilihan di masyarakat sebesar 4,7%. Hasil itu mendapatkan kenaikan bila dibandingkan dengan survei JSI yang dilakukan pada Oktober 2018 lalu. Di mana saat itu, partai yang diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo mendapat elektabilitas senilai 3,2%.
Pada Senin 11 Maret 2019, Voxpol Center Research and Consulting juga merilis hasil survei terbarunya yang menyebut tingkat keterpilihan Partai Perindo sebesar 3,5%. Perindo bahkan mampu melampaui Partai Hanura yang memperoleh 1,1%, PBB sebesar 0,8%, Partai Berkarya sebesar 0,7%, PSI sebesar 0,5%.
(Baca juga: Elektabilitas Terus Naik, Perindo Berpeluang Besar Lolos ke Senayan) Berada posisi dua terakhir yaitu PKPI sebesar 0,4% dan posisi elektabilitas “paling bawah” ditempati Partai Garuda dengan perolehan tingkat elektabilitas partai sebesar 0,3%.

Selanjutnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya pada Kamis 21 Februari 2019 hanya Perindo yang masuk 10 besar partai baru yang lolos ke Parlemen di deretan partai politik yang akan berlaga dalam Pileg 2019. Perindo memperoleh elektabilitas sebesar 3,6%.
Di bawahnya ada PPP 3,5% dan PAN dengan 1,5%. Selanjutnya untuk Hanura, PSI, Garuda, Berkarya, PBB, dan PKPI angka dukungannya masih di bawah 1%.
Peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar, mengatakan bahwa pemilih di Indonesia disederhanakan menjadi enam kantong suara, yakni kantong pemilih muslim, minoritas, milenial, wong cilik, emak-emak, dan kalangan terpelajar.
“Perindo sebagai partai baru mulai menggeliat, tidak hanya mengungguli partai baru, tapi juga sebagian partai lama,” kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 21 Februari 2019.
_ok.jpeg)
Pada survei LSI Denny JA sebelumnya yang dilakukan mulai Agustus hingga Desember 2018, partai Perindo paling berpotensi lolos parliamentary threshold 4% dibandingkan parpol baru lain seperti PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.
Dari empat partai baru tersebut, elektabilitas Partai Perindo masih bergerak naik-turun antara 1-3%. Sementara elektabilitas tiga partai lainnya yaitu PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda selalu di bawah 1% atau masuk dalam kategori parnoko, partai nol koma.
Secara statistik, elektabilitas Perindo pada lima bulan terakhir berada pada angka 1-3%. Agustus 2018 tercatat 1,7%, September 1,4%, Oktober 3,0%, November 2,2%, dan Desember 1,9%. Jika ditambah dengan margin of error survei 2,9%, Partai Perindo bisa mencapai batas minimal 4%.
LSI Denny mencatat ada tiga faktor yang menguatkan sekaligus mendongkrak elektabilitas Perindo. Pertama, figur Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) yang masuk dalam daftar lima ketum parpol bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh. "Ketum partai lainnya hanya dikenal di bawah 50%," paparnya.
_ok.jpeg)
Faktor kedua, kekuatan jaringan media MNC Group yang dimiliki HT, informasi, dan kampanye parpol bisa menjangkau pemilih dengan cepat dan luas. Ketiga, kekuatan logistik yang memadai.
Yang terbaru, berdasarkan survei nasional terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Perindo melampaui PAN, PPP, Nasdem dan Hanura yang telah menjadi kontestan Pemilu 2014. Di antara partai baru, elektabilitas partai berlambang rajawali biru ini paling tinggi.
Dalam survei pada Maret 2019 itu, elektabilitas Perindo sebesar 3,9%. Angka ini sama dengan PKS. Perindo menyalip PAN 3,1%, PPP 2,9%, dan Nasdem 2,5%.
Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang paling potensial menembus PT 4%. Selain elektabilitas yang sudah sangat tipis dengan batas PT, survei juga memiliki margin of error yang bisa mendongkrak elektabilitas Perindo.
"Jika margin of error dinaikkan ke atas atau dibulatkan ke atas, maka Perindo memiliki peluang lolos PT. Berbeda dengan tiga partai baru lainnya masih cukup berat untuk lolos PT seandainya margin of error nya dinaikkan," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (5/4/2019).
_ok.jpeg)
Sementara, Survei Charta Politika menujukkan dua partai baru peserta Pemilu 2019, yakni Partai Perindo dan PSI berpeluang lolos ke Parlemen. Meskipun saat ini belum mencapai ambang batas parlemen alias presidential threshold.
“PSI dan Perindo berpeluang lolos masuk parlemen. Elektabilitas PSI di angka 2,2 persen dan Perindo 2,0 persen. Maka, dengan angka margin of error 2,19 persen, dua partai ini berpotensi lolos ke parlemen," ujar Direktur Riset Charta Politika Muslimin saat rilis hasil survei bertajuk "Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan?" di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).
Meskipun elektabilitas tidak mencapai angka parliamentary threshold atau ambang batas masuk parlemen 4%. Namun, dua partai berpeluang lolos dengan memerhatikan margin of error dan undicided voters yang masih besar dimana diangka 11,7%.
Apalagi, tingkat kemantapan pilihan pemilih terhadap parpol masih di angka 61,1%. Sementara yang masih mungkin berubah pilihan terhadap parpol sebanyak 10,4% dan yang tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 28,6%. Jadi LSi meyakini, pemilih 10,4% bisa sebagian lari ke PSI dan Perindo.
(Baca juga: Salip Partai Lama, Elektabilitas Perindo Masuk Enam Besar)
_ok.jpg)
Jokowi juga mengungkapkan, partai yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo (HT) itu dinilai merupakan partai yang selama empat tahun manejemen perencanaannya paling rapi.
"Ya memang betul kalau kita lihat dalam waktu berapa tahun, empat tahun ini bisa manajemen perencanaannya bisa rapi," kata Jokowi saat menghadiri acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
_ok.jpeg)
(kri)