Marak Peretasan Akun Medsos dan WA Jelang Pencoblosan

Kamis, 04 April 2019 - 11:27 WIB
Marak Peretasan Akun...
Marak Peretasan Akun Medsos dan WA Jelang Pencoblosan
A A A
JAKARTA - Suasana menjelang pencoblosan di Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, diramaikan dengan adanya sejumlah akun Twitter maupun Whatsapp (WA), dan media sosial (medsos) yang diretas.

Hal ini dialami oleh Ustaz Haikal Hassan Baras beberapa waktu lalu, akun Twitter miliknya @haikal_hassan, sekira pukul 21.42 WIB, Minggu 24 Maret 2019 di-hack.

Melalui akun twitter Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, @Dahnilanzar, ustaz Haikal mengungkapkan, twitternya telah di-hack.

"Saya membantu menyampaikan informasi terkait akun Babe Haikal yang di-hacked pihak yang tak bertanggung jawab," tulis Dahnil, Senin (25/3/2019).

Sementara Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengaku bahwa nomor WA-nya dihack oleh orang tak dikenal.

"Saya baru tahu WA saya dibajak orang lain. Hanya Pengecut yang menggunakan cara fitnah murahan untuk menjatuhkan orang lain dengan membajak WA saya. Saya akan laporkan kepada @CCICPolri," kata Imelda Sari seperti dikutip SINDOnews dari akun Twitter Imelda, @isari68, Kamis (4/4/2019).

"Setelah @WhatsApp saya dini hari tadi dibajak, hingga malam ini ada 13 kader @PDemokrat yang WA-nya dicloning untuk digunakan. 'Pengecut viralkan target secara masif dan sistematis' cc @SBYudhoyono @AgusYudhoyono @prabowo @sandiuno. Adakah perlindungan keamanan komunikasi rakyat jelata?" sambungnya.

Merespons hal ini, politikus Demokrat Andi Arief menambahkan, jika akun twitter Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean juga diretas.

"Lalu ada upaya bajak akun Telegram tapi gagal, terdeteksi dari Singapura. Memang gila ini rezim. Halalkan segala cara. Kita memang butuh perubahan. #2019gantiPresiden," ungkap @AndiArief__

Andi Arief menegaskan, Demokrat tahu batas dalam siasat politik, kita tidak menghalalkan segala cara termasuk penyalahgunaan teknologi secara ilegal.

"Mohon Kominfo, Polri mengambil sikap yang cepat terhadap yg menimpa dua kader Partai Demokrat," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Apakah Bulan Puasa 2025...
Apakah Bulan Puasa 2025 Sekolah Libur? Ternyata Adalah Janji Prabowo-Sandi Waktu Pemilu 2019
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved