Relawan Milenial Jokowi Nilai Praktik Hubungan Internasional Indonesia Unik

Senin, 01 April 2019 - 13:04 WIB
Relawan Milenial Jokowi...
Relawan Milenial Jokowi Nilai Praktik Hubungan Internasional Indonesia Unik
A A A
JAKARTA - Dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) malam, Capres Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan jika Indonesia sekarang ini diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan banyak hal berkaitan konflik dan perang yang ada di negara-negara lain.

Jokowi mencontohkan Indonesia diminta menengahi konflik di Afghanistan dan Myanmar. "Kekuatan kita sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia ini bisa kita jadikan sebagai modal besar bagi kita berdiplomasi dengan negara-negara lain," papar Jokowi di acara debat.

Selain itu, kata Jokowi, kekuatan Indonesia juga bisa dijadikan modal menawarkan produk-produk perdagangan dengan luar negeri.

Sejumlah pemaparan Jokowi tentang praktik hubungan internasional yang dilakukan pemerintah saat ini dinilai unik. Hal ini disampaikan Ketua Kordinator Relawan Milenial KitaSatu, M Pradana Indraputra.

"Kenapa begitu? Menurutku unik karena sekarang inilah kita punya prestasi menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) PBB tercapai. Lalu lobi Pak Luhut pada BP soal sawit ke Eropa agar kita dapat kesetaraan, padahal selama ini kita dilarang ekspor sawit karena dikatakannya merusak lingkungan dan sebagainya," papar Pradana dalam keterangan persnya, Senin (1/4/2019).

Pria yang akrab disapa Dana ini mengapresiasi lobi-lobi pemerintah Jokowi terkait larangan ekspor sawit ke Eropa. "Pemerintah Indonesia saat ini punya kekuatan dan modal dengan menawarkan produk-produk perdagangannya ke luar negeri walau banyak dihadang kebijakan-kebijakan tertentu dari luar negeri," paparnya.

Hadir dalam acara ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dalam sambutannya di hadapan sejumlah milenial yang hadir, Budi menyatakan jika NKRI adalah harga mati yang sudah tak bisa ditawar-tawar lagi.

"Pancasila satu-satunya ideologi karena telah melindungi elemen dan keragaman bangsa. Pancasila sudah menjadi filosofi yang dicintai bangsa ini. NKRI dan Pancasila adalah harga mati buat negeri ini," tandas Budi.
(kri)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Fakta Unik di Balik...
Fakta Unik di Balik Pesta Gol Timnas Indonesia U-23 ke Gawang Taiwan U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved