Hadiri Bazar Murah, HT Tegaskan Komitmen Perindo Bela Rakyat Kecil
Kamis, 28 Maret 2019 - 17:08 WIB
Hadiri Bazar Murah, HT Tegaskan Komitmen Perindo Bela Rakyat Kecil
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dan Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanoesoedibjo menghadiri acara bazar murah di Jalan Haji Murtado, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).
Dalam acara itu, HT mengungkapkan bazar murah merupakan salah satu program Partai Perindo untuk mengurangi kesulitan rakyat kecil dalam memenuhi kebutuhan pokok.
"Perindo ada program bazar murah. Saat ini di Jakarta Pusat tadi pagi di Bekasi. Saya baru balik dari di Pekalongan, Tegal, Semarang diJateng dan Demak di Jawa Timur juga diadakan bazar murah," tutur HT, Kamis (28/3/2019).
HT menjelaskan, bazar murah merupakan salah satu program unggulan Kartini Perindo. Dia menceritakan tentang awal mula mendirikan partai berlambang kepala burung rajawali itu.
"Saya ingin menjelaskan tentang Perindo karena banyak pertanyaan, orang banyak tanya sama saya sudah banyak parpol kenapa ada Perindo? Saya ingin menggarisbawahi bahwa Perindo berjuang untuk golongan ekonomi lemah," tutur HT.
Selama ini, HT melihat bahwa rakyat Indonesia belum sejahtera. Selain itu, belum ada yang berani memperjuangkan rakyat kecil secara totalitas.
Oleh karena itu HT berharap, dengan adanya Perindo masyarakat bisa sejahtera.
"Saya bukan mau menjelekkan. Sampai hari ini belum ada yang memperjuangka khusus golongan ekonomi lemah. Belum pernah diperjuangkan khusus kesejehteraan ekonomi mereka. Indonesia belum maju karena masyarakat pada golongan ekonomi lemah. Itulah kenapa Perindo hadir," urai HT.
Selain memperjuangkan untuk kesejahteraan rakyat kecil, HT mengatakan, Perindo juga memperjuangkan pendidikan yang layak, pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya, kesehatan layak,
"Terakhir bagaimana harga-harga tidak naik. Penghasilan naik, harga naik sama saja. Kita juangkan agar penghasilan naik harga tidak naik," tuturnya.
Itulah mengapa, HT mendorong para caleg dari Perindo terus berjuang dalam memerjuangkan nasib rakyat kecil.
"Kenapa harus partai politik? Karena menciptakan anggota DPR dan DPRD yang bisa berjuang untuk rakyat kecil. Kalau mengkritik, bisa saya punya media. Tapi tidak ada yang mmperjuangkan kita di sana," tuturnya.
Dalam acara itu, HT mengungkapkan bazar murah merupakan salah satu program Partai Perindo untuk mengurangi kesulitan rakyat kecil dalam memenuhi kebutuhan pokok.
"Perindo ada program bazar murah. Saat ini di Jakarta Pusat tadi pagi di Bekasi. Saya baru balik dari di Pekalongan, Tegal, Semarang diJateng dan Demak di Jawa Timur juga diadakan bazar murah," tutur HT, Kamis (28/3/2019).
HT menjelaskan, bazar murah merupakan salah satu program unggulan Kartini Perindo. Dia menceritakan tentang awal mula mendirikan partai berlambang kepala burung rajawali itu.
"Saya ingin menjelaskan tentang Perindo karena banyak pertanyaan, orang banyak tanya sama saya sudah banyak parpol kenapa ada Perindo? Saya ingin menggarisbawahi bahwa Perindo berjuang untuk golongan ekonomi lemah," tutur HT.
Selama ini, HT melihat bahwa rakyat Indonesia belum sejahtera. Selain itu, belum ada yang berani memperjuangkan rakyat kecil secara totalitas.
Oleh karena itu HT berharap, dengan adanya Perindo masyarakat bisa sejahtera.
"Saya bukan mau menjelekkan. Sampai hari ini belum ada yang memperjuangka khusus golongan ekonomi lemah. Belum pernah diperjuangkan khusus kesejehteraan ekonomi mereka. Indonesia belum maju karena masyarakat pada golongan ekonomi lemah. Itulah kenapa Perindo hadir," urai HT.
Selain memperjuangkan untuk kesejahteraan rakyat kecil, HT mengatakan, Perindo juga memperjuangkan pendidikan yang layak, pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya, kesehatan layak,
"Terakhir bagaimana harga-harga tidak naik. Penghasilan naik, harga naik sama saja. Kita juangkan agar penghasilan naik harga tidak naik," tuturnya.
Itulah mengapa, HT mendorong para caleg dari Perindo terus berjuang dalam memerjuangkan nasib rakyat kecil.
"Kenapa harus partai politik? Karena menciptakan anggota DPR dan DPRD yang bisa berjuang untuk rakyat kecil. Kalau mengkritik, bisa saya punya media. Tapi tidak ada yang mmperjuangkan kita di sana," tuturnya.
(dam)