Panitia Batalkan Silaturahmi Masyarakat Banten-Jabar dengan Jokowi

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:04 WIB
Panitia Batalkan Silaturahmi...
Panitia Batalkan Silaturahmi Masyarakat Banten-Jabar dengan Jokowi
A A A
JAKARTA - Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) membatalkan acara silaturahmi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan Bara JP dan masyarakat Banten-Jawa Barat (Jabar), yang sedianya akan dilaksanakan pada Minggu 24 Maret 2019.

Acara silaturahmi ini direncanakan diadakan di Lapangan BSK, Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, pukul 09.00 Wib.

Ketua Panitia Pelaksana dari Bara JP Viktor S Sirait mengatakan, pembatalan acara ini karena tidak mendapat izin karena dikuatirkan menjadi ajang kampanye. Katanya, sejak awal acara silaturahmi dengan Jokowi ini bukan dimaksudkan sebagai ajang kampanye.

"Kami hanya menyampaikan maksud kerinduan masyarakat di perbatasan Banten dan Jawa Barat untuk bisa silaturahmi dengan Presiden Jokowi. Kegiatan ini murni silaturahmi dan berdoa agar Presiden Jokowi tetap diberi kesehatan dan kekuatan memimpin negara ini sekaligus berdoa agar perhelatan Pemilu 17 April mendatang dapat berjalan dengan baik," kata Viktor.

Itu sebabnya, kegiatan silaturahmi ini juga dirangkai dengan kegiatan istighosah untuk mendoakan negara, presiden, dan Pemilu 2019 berjalan dengan baik.

Namun, kata Viktor, banyak pihak yang mengkhawatirkan acara ini menjadi kampanye dan tidak mendapat izin sehingga diputuskan untuk dibatalkan oleh panitia.

Ia meminta maaf kepada masyarakat Banten dan Jawa Barat yang sudah berharap bisa bertemu Jokowi. "Kami meminta maaf kepada masyarakat Banten dan Jawa Barat karena tidak bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi," ungkapnya.

Menurut Viktor, sebenarnya segala persiapan sudah rampung, mulai dari lapangan, tenda, panggung, sound system, dan lainnya'. Selain itu massa 50.000 orang pun sudah siap datang besok.

"Namun kami harus membatalkan acara ini karena tidak ingin dipersepsikan acara ini sebagai kampanye. Kami tidak ingin melanggar aturan. Kami ingin taat aturan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved