Jelang Pemilu 2019, Isu Politik Identitas Makin Panas
Sabtu, 23 Maret 2019 - 09:38 WIB
Jelang Pemilu 2019, Isu Politik Identitas Makin Panas
A
A
A
JAKARTA - Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Suasana menjelang 17 April 2019 pun semakin memanas dengan munculnya berbagai isu.
Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo memaparkan beberapa isu yang akan hadir menjelang Pemilu 2019. Utamanya adalah politik identitas yang selalu menyertakan SARA sehingga selalu menyenggol masalah keyakinan dan etnis seseorang.
Dia menambahkan, semakin banyaknya pula hoaks yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan membuat resah masyarakat.
“Faktanya, politik identitas yang dibungkus retorika etnis religius serta penyebaran hoaks yang semakin meresahkan masyarakat luas,” kata Ari dalam diskusi publik “Pemilu 2019: Pemetaan Potensi Konflik, Gangguan Keamanan, dan Risiko Politik”, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (22/3/2019).
Ia mengatakan, isu-isu tersebut telah ada sejak 4 tahun terakhir. Menurut Ari, gambaran sosial politik semacam ini perlu mendapat perhatian yang perlu dicermati.
“Beberapa isu tersebut, seperti SARA dan hoaks adalah gambaran sosial politik kita. Dan ini sangat perlu mendapat perhatian yang perlu dicermati,” ujarnya.
Tidak sampai di situ, dia menjelaskan masih ada serentetan potensi masalah terkait sosialisasi peraturan baik KPU maupun Bawaslu. Serta, dia menjelaskan masih ada beberapa oknum yang mencurigai adanya keterlibatan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan TNI/Polri.
“Bagaimanapun, stabilitas politik dan keamanan adalah kunci dari sukses tidaknya Pemilu 2019 Jika dua-duanya tidak ada, maka yang menjadi pertaruhan adalah persatuan, kesatuan dan keberlangsungan hidup bangsa,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo memaparkan beberapa isu yang akan hadir menjelang Pemilu 2019. Utamanya adalah politik identitas yang selalu menyertakan SARA sehingga selalu menyenggol masalah keyakinan dan etnis seseorang.
Dia menambahkan, semakin banyaknya pula hoaks yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan membuat resah masyarakat.
“Faktanya, politik identitas yang dibungkus retorika etnis religius serta penyebaran hoaks yang semakin meresahkan masyarakat luas,” kata Ari dalam diskusi publik “Pemilu 2019: Pemetaan Potensi Konflik, Gangguan Keamanan, dan Risiko Politik”, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (22/3/2019).
Ia mengatakan, isu-isu tersebut telah ada sejak 4 tahun terakhir. Menurut Ari, gambaran sosial politik semacam ini perlu mendapat perhatian yang perlu dicermati.
“Beberapa isu tersebut, seperti SARA dan hoaks adalah gambaran sosial politik kita. Dan ini sangat perlu mendapat perhatian yang perlu dicermati,” ujarnya.
Tidak sampai di situ, dia menjelaskan masih ada serentetan potensi masalah terkait sosialisasi peraturan baik KPU maupun Bawaslu. Serta, dia menjelaskan masih ada beberapa oknum yang mencurigai adanya keterlibatan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan TNI/Polri.
“Bagaimanapun, stabilitas politik dan keamanan adalah kunci dari sukses tidaknya Pemilu 2019 Jika dua-duanya tidak ada, maka yang menjadi pertaruhan adalah persatuan, kesatuan dan keberlangsungan hidup bangsa,” pungkasnya.
(pur)