Penunjukkan Suharso Monoarfa Sebagai Plt Ketum PPP Sudah Tepat

Senin, 18 Maret 2019 - 05:38 WIB
Penunjukkan Suharso...
Penunjukkan Suharso Monoarfa Sebagai Plt Ketum PPP Sudah Tepat
A A A
TANGERANG SELATAN - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai penunjukkan Suharso Monoarfa sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah tepat.

"Hemat saya tepat sekali karena beliau tokoh senior PPP yang dihormati internal," katanya saat dihubungi, Minggu (18/3/2019).

Suharso Monoarfa menjadi Plt Ketua Umum PPP menggantikan ketua umum sebelumnya, Romahurmuziy, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Romi resmi diberhentikan sebagai Ketua Umum PPP dalam rapat pengurus harian DPP PPP yang juga dihadiri pimpinan majelis. Meski pun sebenarnya, Romy disebutkan telah memberikan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum.

Romi terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), baik di pusat maupun daerah. Romi tertangkap tangan oleh KPK pada Jumat 15 Maret 2019.

Menurut Qodari, sosok Suharso selain dihormati, juga memiliki relasi dan komunikasi yang luas dengan pihak di luar partai. Walau pun peluang PPP memenuhi atau tidaknya ambang batas parlemen, tetap saja akan bergantung pada strategi yang dilakukan.

"Selain konsolidasi internal juga diperlukan gebrakan komunikasi politik baru untuk meng-counter efek negatif yang mungkin timbul akibat Romi tersangka," imbuhnya.

Dikatakan Qodari, kasus Romi yang terseret suap ini akan memengaruhi citra Partai politik (Parpol) ketimbang citra para Calon legislatif (Caleg). Lantaran suara PPP merupakan hasil kombinasi citra Parpol dan Caleg.

Sebelumnya Ketua Majelis Syariah PPP, Maimun Zubair atau Mbah Moen yang hadir dalam rapat harian tersebut mengatakan bahwa yang seharusnya menjadi Plt Romi adalah para wakil ketua umum partai, namun banyak yang tidak menyanggupi. "Tadi itu mestinya pengganti wakil-wakil ketum, tapi ada kesepakatan rupanya semua enggak ada yang sanggup," papar Mbah Moen.

Untuk itu dirinya mengusulkan nama Suharso Manoarfa menjadi Plt Romi. Suharso sendiri diketahui menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). "Ya saya setuju kalau pak Suharso jadi Plt, wakil-wakil ketua umum tetap jadi wakil ketua umum sebagaimana waktu jaman pak Romi," terangnya.

Menurutnya Suharso layak untuk menjadi Plt lantaran lebih sesepuh dibanding kader lain. Terlebih posisi saat ini Suharso menjabat sebagai penasehat dari Presiden Indonesia Joko Widodo. "itu karena paling sesepuh, dan itu adalah mempunyai jabatan penasihat presiden dan supaya pemilu ini tetap tenang," ucapnya.
(nag)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Diduga Korupsi Bansos,...
Diduga Korupsi Bansos, KPK Tangkap Pejabat Kemensos
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Wakil Ketua DPRD Jatim...
Wakil Ketua DPRD Jatim yang Ditangkap KPK Diduga Berinisial STS
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
BREAKING NEWS: KPK OTT...
BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat Negara di Yogyakarta dan Jakarta
Berita Terkini
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved