Dinilai Berhasil Usut E-KTP, KPK Diganjar Penghargaan dari AS
Selasa, 26 Februari 2019 - 18:43 WIB
Dinilai Berhasil Usut E-KTP, KPK Diganjar Penghargaan dari AS
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan, dan jajarannya memberikan piagam penghargaan kepada delapan orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Delapan orang terdiri dari penyidik dan jaksa penuntut umum di KPK. Penghargaan ini diberikan karena delapan orang tersebut berhasil mengusut kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief mengungkapkan, Dubes Joseph Donovan dan jajarannya diterima langsung oleh beberapa orang pimpinan KPK dan jajaran.
"(Dubes AS dan jajarannya) menyerahkan penghargaan kepada delapan penyidik dan Jaksa yang dari kerja sama internasional, atas kerja sama yang baik dengan FBI dan Department of Justice di AS, dalam mengusut kasus e-KTP," ujar Laode, Selasa (26/2/2019).
Laode menjelaskan, aset berkaitan tindak pidana korupsi e-KTP di Amerika Serikat sudah teridentifikasi. Hanya saja, ungkap dia, KPK masih memproses pengalihan aset hasil korupsi e-KTP tersebut dari Amerika Serikat ke Indonesia.
(Baca juga: Kemendagri Gelontorkan 4,8 Juta Blanko E-KTP)
Diduga, aset yang dimaksud itu milik mendiang Bos PT Biomorflone Indonesia, Johannes Marliem. Nama Johannes sempat mencuat di kasus e-KTP, sebelum pada akhirnya dia tewas di AS.
"Dan salah satu itu (aset Johannes di Amerika) yang kami diskusikan dan yang saya kerjakan sekarang," jelas Laode.
KPK sendiri menyerahkan perihal pengusutan kematian Johannes Marliem di Amerika yang menjadi salah satu saksi kunci kasus e-KTP, ke Serikat ke Federal Bureau of Investigation (FBI) dan pihak otoritas AS.
"Kalau soal kematiannya yang bersangkutan itu adalah kewenangan dari FBI dan polisi di Amerika Serikat," kata Laode.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes Amerika, Joseph Donovan mengaku terhormat bisa bertemu dengan pimpinan KPK. Donovan mengapresiasi kinerja KPK yang luar biasa dalam mengungkap kasus korupsi, khususnya korupsi e-KTP.
"Jadi, hari ini kami datang untuk mengakui dan memuji kerja-kerja yang luar biasa dan sulit dari KPK yang sangat dihormati di Indonesia," tuturnya.
"Kami selalu menghormati kerja sama yang kami telah bangun dan kami ingin mengakui semangat komitmen dan upaya yang luar biasa yang dicurahkan para penyidik, jaksa penuntut dan spesialis kerja sama di KPK," jelas Donovan.
Delapan orang terdiri dari penyidik dan jaksa penuntut umum di KPK. Penghargaan ini diberikan karena delapan orang tersebut berhasil mengusut kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief mengungkapkan, Dubes Joseph Donovan dan jajarannya diterima langsung oleh beberapa orang pimpinan KPK dan jajaran.
"(Dubes AS dan jajarannya) menyerahkan penghargaan kepada delapan penyidik dan Jaksa yang dari kerja sama internasional, atas kerja sama yang baik dengan FBI dan Department of Justice di AS, dalam mengusut kasus e-KTP," ujar Laode, Selasa (26/2/2019).
Laode menjelaskan, aset berkaitan tindak pidana korupsi e-KTP di Amerika Serikat sudah teridentifikasi. Hanya saja, ungkap dia, KPK masih memproses pengalihan aset hasil korupsi e-KTP tersebut dari Amerika Serikat ke Indonesia.
(Baca juga: Kemendagri Gelontorkan 4,8 Juta Blanko E-KTP)
Diduga, aset yang dimaksud itu milik mendiang Bos PT Biomorflone Indonesia, Johannes Marliem. Nama Johannes sempat mencuat di kasus e-KTP, sebelum pada akhirnya dia tewas di AS.
"Dan salah satu itu (aset Johannes di Amerika) yang kami diskusikan dan yang saya kerjakan sekarang," jelas Laode.
KPK sendiri menyerahkan perihal pengusutan kematian Johannes Marliem di Amerika yang menjadi salah satu saksi kunci kasus e-KTP, ke Serikat ke Federal Bureau of Investigation (FBI) dan pihak otoritas AS.
"Kalau soal kematiannya yang bersangkutan itu adalah kewenangan dari FBI dan polisi di Amerika Serikat," kata Laode.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes Amerika, Joseph Donovan mengaku terhormat bisa bertemu dengan pimpinan KPK. Donovan mengapresiasi kinerja KPK yang luar biasa dalam mengungkap kasus korupsi, khususnya korupsi e-KTP.
"Jadi, hari ini kami datang untuk mengakui dan memuji kerja-kerja yang luar biasa dan sulit dari KPK yang sangat dihormati di Indonesia," tuturnya.
"Kami selalu menghormati kerja sama yang kami telah bangun dan kami ingin mengakui semangat komitmen dan upaya yang luar biasa yang dicurahkan para penyidik, jaksa penuntut dan spesialis kerja sama di KPK," jelas Donovan.
(maf)