Alat Deteksi Tsunami Terpasang di Banten

Selasa, 19 Februari 2019 - 12:27 WIB
Alat Deteksi Tsunami...
Alat Deteksi Tsunami Terpasang di Banten
A A A
PANDEGLANG - Alat deteksi dini tsunami mulai terpasang di Provinsi Banten. Hal ini merupakan tindak lanjut pemerintah untuk memastikan bahwa early warning system atau sistem peringatan dini bencana dapat bekerja dengan baik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut alat deteksi dini tersebut sudah terpasang di kawasan Serang. “Selanjutnya tadi saya sudah diinfo kepala BMKG mengenai telah terpasangnya radar di Serang. Radar untuk pemantau tsunami sudah terpasang,” katanya di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, kemarin.

Jokowi mengatakan bahwa pemasangan alat deteksi dini akan terus dilakukan secara bertahap. Pemasangan selanjutnya akan dilakukan pada Maret mendatang. “Nanti akan dilanjutkan dengan dua lagi di tempat yang lain, tapi masih bulan Maret tunggu. Satu-satu ini kita selesaikan,” ungkapnya.

Pada rapat terbatas bulan lalu, Presiden memang secara khusus meminta agar sistem peringatan dini diperkuat. Jokowi juga meminta jajarannya untuk selalu mengevaluasi dan melakukan pemeriksaan di lapangan. Dengan adanya sis tem peringatan dini yang baik diharapkan dapat mengurangi jumlah korban yang jatuh akibat bencana.

“Sistem peringatan dini agar dievaluasi, dicek di lapangan, kemudian diuji. Pengorganisasian sistem peringatan dini ini semuanya harus betul-betul berada pada posisi yang baik dan rakyat bisa tahu sehingga korban yang ada bisa kita hilangkan dan minimalkan,” paparnya.

Saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Pandeglang, Jokowi juga sempat meninjau pendidikan kebencanaan kepada para pelajar. “Tadi kita tes anak yang sudah, saya kira nangkepnya cepat dan bisa mempraktikkan,” ujarnya. Dia berharap pendidikan kebencanaan ini terus dilakukan. Terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo sebelumnya menyatakan bahwa TNI nanti juga akan berperan dalam menjaga alat deteksi dini bencana.

“Selama ini alat-alat dibeli dengan harga mahal akhirnya rusak karena alm ataupun perbuatan manusia. Alat ini harus dijaga. Dan kalau letaknya jauh, tidak mungkin masyarakat yang amankan. Ini perlu keterlibatan TNI,” ujar Doni. (Dita Angga)
(nfl)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved