Dua Rekor Muri Tercipta di Harlah ke-73 Muslimat NU

Minggu, 27 Januari 2019 - 15:09 WIB
Dua Rekor Muri Tercipta...
Dua Rekor Muri Tercipta di Harlah ke-73 Muslimat NU
A A A
JAKARTA - Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat dua rekor sekaligus dalam peringatan Maulidurasul 1440 H, Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU, dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, hari ini.

Kedua rekor tersebut yakni rekor tarian sufi dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 999 penari dan rekor 2.000 kali khatam membaca Alquran 30 juz yang dilakukan kader Muslimat NU di seluruh Indonesia.

Di antara kegiatan yang dilakukan dalam Harlah ke-73 Muslimat NU tersebut yakni khataman Alquran yang diikuti oleh warga NU khususnya Muslimat di seluruh Indonesia.

"Kegiatan khataman Alqur'an ini sudah dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia sejak bulan November lalu," tutur Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat NU Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, Minggu (27/1/2019).

"Harapan kami agar saat Indonesia memasuki tahun politik 2019, semua kehidupan bangsa tetap berjalan guyup rukun saling menghormati dan saling menghargai, jauh dari fitnah dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan persatuan bangsa," tambahnya.

Puncak dari kegiatan khataman Alquran tersebut dilakukan Minggu (27/1) usai salat Subuh berjamaah di Stadion GBK. Ratusan ribu kader Muslimat NU secara serentak melakukan khataman membaca Alquran.

Sebelumnya sejak sekitar pukul 02.30, mereka juga melakukan salat tahajud dan hajat, dilanjutkan dengan membaca istigasah di dalam stadium untuk keselamatan bangsa. Dan yang mengharukan, para jamaah tetap melanjutkan salat Subuh berjamaah di dalam stadium ytang terbuka meski di tengah guyuran hujan.

Selain rekor MURI untuk khataman Alquran terbanyak, juga tercipta rekor MURI tarian sufi dengan jumlah peserta sebanyak 999 orang. "Sebenarnya totalnya ada 1.048 penari karena kita siapkan cadangannya. Jadi yang menari ada 999 orang," tutur Yenny Wahid.

Para penari sufi tersebut merupakan santri dan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan, Jawa Timur. Mereka menari di tengah stadium GBK sambil diiringi lantunan lagu-lagu religi dan salawat Nabi yang dilantunkan penyanyi religi Hadad Alwi dan juga Tompi.

Selain khataman Alquran, tarian sufi, dalam rangkaian Harlah Muslimat NU ini juga dilakukan santunan 1.000 anak yatim. "Kami juga terjunkan Tim Santri Ramah Lingkungan sekitar 1.500 orang dari Pesantren As Shiddiqiyah Jakarta yang membantu membersihkan sampah," pungkas Yenny Wahid.
(maf)
Berita Terkait
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Nahdlatul Ulama Akan...
Nahdlatul Ulama Akan Bangun Peradaban dari Lautan
Semua Wilayah Siap Menyukseskan...
Semua Wilayah Siap Menyukseskan Porseni Nahdlatul Ulama
Berita Terkini
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved