Hindari Korupsi, Ke Depan Kenaikan Gaji Kepala Daerah Harus Prioritas

Kamis, 24 Januari 2019 - 19:10 WIB
Hindari Korupsi, Ke...
Hindari Korupsi, Ke Depan Kenaikan Gaji Kepala Daerah Harus Prioritas
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) prihatin dengan terus terjadi kasus operasi tangkap tangan (OTT) para kepala daerah karena kasus dugaan korupsi . Terbaru Bupati Mesuji, Lampung, Khamami terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Padahal Mendagri Tahjo Kumolo dalam setiap forum selalu mengingatkan agar menghindari area rawan korupsi. Mendagri selalu membina kepala daerah agar memberikan layanan apapun tidak boleh korupsi.

“Nah jika masih saja ada kepala daerah yang melakukan hal tersebut artinya yang bersangkutan telah menyalahgunakan kewenangan dalam memberikan pelayanan. Ini di luar kontrol kemendagri,” kata Kapuspen Kemendagri Bahtiar saat mendampingi Mendagri Tahjo Kumolo di Kompleks DPR, Senayan Jakarta, Rabu (24/1/2019).

Bahtiar mengatakan, terjadinya praktik korupsi tidak terlepas dari timpangnya antara biaya politik dan biaya operasional pejabat kepala daerah dengan penghasilan tetap kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Saya pikir salah satu faktor pemicu kepala daerah selalu mencari-cari sumber pembiayaan alternatif bahkan di luar ketentuan hukum,” ujarnya. (Baca juga: Terjerat OTT, Bupati Mesuji Tiba di Gedung KPK )

Ke depan, peningkatan penghasilan tetap kepala daerah atau wakil kepala daerah patut menjadi prioritas. Ini penting agar pemimpin daerah yang dipilih melalui Pilkada dengan begitu mahal tidak tumbang karena korupsi. ”Itu pemikiran saya, walaupun hal ini masih harus dikaji mendalam sesuai kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.

Lebih lanjut Bahtiar menjelaskan, jika pemimpin daerah masih mencari sumber pembiayaan alternatif maka akan berdampak kepada aparat di bawahnya. Mereka akan mencari sumber yang dapat memenuhi kebutuhan kepala daerah. “Jadi dampaknya sistematik, jika kepala daerah tidak memiliki penghasilan tetap yang seimbang dengan kebutuhan sehari-hari kepala daerah,” tandasnya. (Baca juga: KPK Tangkap 11 Orang saat OTT di Lampung )

Idealnya pemimpin daerah dipenuhi kebutuhannya secara sah dari negara sehingga fokus menghibahkan dirinya mengabdi untuk masyarakat. Prinsipnya Kemendagri mendukung penuh segala bentuk dan upaya pencegahan serta penindakan dari tindak pidana korupsi dalam.

Kemendagri juga berkomitmen mendukung penuh terhadap upaya KPK yang terus melakukan pembersihan terhadap praktik koruptif. “Silakan proses berjalan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.
(poe)
Berita Terkait
KPK Prihatin Belasan...
KPK Prihatin Belasan Tahun OTT, Kepala Daerah Tak Kapok Korupsi
KPK Umumkan 3 OTT, 25...
KPK Umumkan 3 OTT, 25 Orang Ditangkap
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Bupati di Tulungagung
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Pejabat Pekanbaru Riau
Penjabat Wali Kota Pekanbaru...
Penjabat Wali Kota Pekanbaru Terjaring OTT KPK
OTT KPK, Bupati Pekalongan...
OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved