Apel Pemilu 2019, Wiranto Sebut Pemimpin Berengsek

Senin, 21 Januari 2019 - 14:02 WIB
Apel Pemilu 2019, Wiranto...
Apel Pemilu 2019, Wiranto Sebut Pemimpin Berengsek
A A A
PALEMBANG - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengimbau, agar masyarakat cerdas dalam memberikan hak suaranya saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang akan segera berlangsung 17 April mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Wiranto saat memimpin apel kesiapsiagaan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se-Sumatera Selatan (Sumsel) di Dining Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

"Jangan memilih pemimpin yang berengsek jika tidak ingin negara ini menjadi berengsek. Jangan memilih pemimpin yang jika tidak ingin menjadi negara yang gila," ucap Wiranto di hadapan 4.550 anggota Panwaslu se-Sumsel, Senin (21/01/2019).

Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sambung Wiranto, disampaikan bahwa kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat. Artinya kedaulatan ditangan rakyat bukan berarti rakyat melaksanakannya sendiri, makanya rakyat harus memilih pemimpin untuk menjalankan kedaulatan, baik itu Presiden, maupun anggota DPR.

"Itu semua dalam rangka memilih pemimpin di tiap tingkatan. Penting memilih pemimpin, sesuai pengalamn kita maka pemimpin memegang peranan penting, menentukan jatuh bangun suatu negara," ungkapnya.

Pada pemilu mendatang, rakyat diharapakan tidak salah pilih. Maka dari itu rakyat harus mendapat informasi yang lengkap, memahami bahwa calon memiliki kompetensi.

"Untuk itulah dibutuhkan pengawasan agar pemilu berjalan sukses dan bermartabat. Lewat Panwaslu secara tidak langsung menjaga kedaulatan rakyat. Sumsel melaksanakan apel siaga berarti Sumsel sudah siap," terangnya.

Wiranto juga mengatakan, Pemilu biasa disebut sebagai pesta demokrasi, ada pro dan kontra, namun Pemilu bukan ajang konflik dan melupakan persatuan.

"Ini 5 tahun sekali, rakyat diberi kesempatan untuk memilih pemimpin yang betul-betul idaman. Jadi kita harus jaga betul agar pemilu ini menjadi pesta demokrasi bukan konflik demokrasi," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Berkaca 2019, Fahri...
Berkaca 2019, Fahri Hamzah Minta Pemilu Serentak 2024 Zero Accident
Komeng Memimpin di Quick...
Komeng Memimpin di Quick Count KPU sebagai Caleg DPD Jabar, Netizen Girang
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved