Sikap Jokowi Mau Ikut Tes Ngaji Layak Diapresiasi
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:36 WIB
Sikap Jokowi Mau Ikut Tes Ngaji Layak Diapresiasi
A
A
A
JAKARTA - Sikap Joko Widodo (Jokowi) yang menerima tawaran baca Al-Quran oleh Ikatan Dai Aceh (IDA) membuktikan bahwa Jokowi merupakan pemeluk Islam sejati.
"Baca Al-quran Jokowi mau berarti sang petahana ingin menunjukkan ke publik bahwa agamanya memang Islam sejati," kata Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, di Jakarta, Rabu (16/1/2019).
Terkait pihak Prabowo yang ogah menerima tawaran itu, Jerry menganggap bahwa capres nomor urut 02 itu takut karena tidak biasa. "Paling Prabowo takut ataupun dia tidak bisa ngaji," katanya.
Sedangkan Jokowi, kata dia, membuktikan bahwa keislaman Jokowi tidak bisa diragukan lagi. Selain dari Jawa, Jokowi masuk kriteria dan standar kelayakan serta kepatutan.
"Memang tak diatur dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017. Itu bukan utama tapi dengan kesiapan Jokowi itu layak diapresiasi," kata dia.
"Mulai saat ini tidak usah menyerang Jokowi dari sisi keyakinannya. Dia sudah buktikan. Pemilih rasional atau cerdas tak perlu diajar soal ini. Justru sebaliknya Prabowo yang diragukan oleh publik terkait keislamannya," tegas Jerry.
MUI pun mendukung usul Ikatan Dai Aceh (IDA). Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim, menegaskan, MUI mengapresiasi.
"Saya kira ini kan menjadi pemimpin bangsa. Alquran itu kami orang Islam tentu menjadi satu hal yang esensial, mendasar," jelas Lukmanul.
Dia berharap tes baca Alquran tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa dan negara ke depan, terutama dalam memilih pemimpin. Terutama untuk yang berikutnya dan yang sekarang.
Kata dia, kalau memang mengharapkan pemimpin itu yang beragama Islam secara esensial, dia mengetahui dan bisa mempraktikkan dan mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam itu. Terkait permintaan rekomendasi penguji, MUI mengaku siap memfasilitasinya.
"Baca Al-quran Jokowi mau berarti sang petahana ingin menunjukkan ke publik bahwa agamanya memang Islam sejati," kata Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, di Jakarta, Rabu (16/1/2019).
Terkait pihak Prabowo yang ogah menerima tawaran itu, Jerry menganggap bahwa capres nomor urut 02 itu takut karena tidak biasa. "Paling Prabowo takut ataupun dia tidak bisa ngaji," katanya.
Sedangkan Jokowi, kata dia, membuktikan bahwa keislaman Jokowi tidak bisa diragukan lagi. Selain dari Jawa, Jokowi masuk kriteria dan standar kelayakan serta kepatutan.
"Memang tak diatur dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017. Itu bukan utama tapi dengan kesiapan Jokowi itu layak diapresiasi," kata dia.
"Mulai saat ini tidak usah menyerang Jokowi dari sisi keyakinannya. Dia sudah buktikan. Pemilih rasional atau cerdas tak perlu diajar soal ini. Justru sebaliknya Prabowo yang diragukan oleh publik terkait keislamannya," tegas Jerry.
MUI pun mendukung usul Ikatan Dai Aceh (IDA). Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim, menegaskan, MUI mengapresiasi.
"Saya kira ini kan menjadi pemimpin bangsa. Alquran itu kami orang Islam tentu menjadi satu hal yang esensial, mendasar," jelas Lukmanul.
Dia berharap tes baca Alquran tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa dan negara ke depan, terutama dalam memilih pemimpin. Terutama untuk yang berikutnya dan yang sekarang.
Kata dia, kalau memang mengharapkan pemimpin itu yang beragama Islam secara esensial, dia mengetahui dan bisa mempraktikkan dan mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam itu. Terkait permintaan rekomendasi penguji, MUI mengaku siap memfasilitasinya.
(pur)