Pro Kontra Dinasti Politik di Indonesia

Selasa, 15 Januari 2019 - 06:39 WIB
Pro Kontra Dinasti Politik...
Pro Kontra Dinasti Politik di Indonesia
A A A
DINASTI politik atau politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga. Dinasti politik dinilai mencederai prinsip kesetaraan hak politik warga negara dan sangat rentan terhadap perilaku koruptif.

Di sisi lain dinasti politik dianggap hal yang sah dalam sistem demokrasi. Benarkah demikian?

Sah secara hukum
- Harapan membatasi dinasti politik secara legal sempat hadir saat UU No 8/2015 lahir dan merevisi sejumlah aturan dalam UU No 1/2015 tentang Perppu No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang.
- Dalam pasal 7 huruf r disebutkan bahwa calon kepala daerah tidak boleh memiliki konflik kepentingan dengan petahana. Di bagian penjelasan disebutkan bahwa yang dimaksud dengan konflik kepentingan adalah "tidak memiliki hubungan darah, ikatan perkawinan dan/atau garis keturunan satu tingkat lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan petahana yaitu ayah, ibu, mertua, paman, bibi, kakak, adik, ipar, anak dan menantu kecuali telah melewati jeda satu kali masa jabatan"
- Belakangan melalui proses judicial review, MK memutuskan bahwa aturan pembatasan “dinasti politik” inkonstitusional.
- Menurut MK, pasal tersebut merupakan aturan diskriminatif karena membatasi hak berpolitik warga negara
- Menurut MK persoalan dinasti politik bukan terletak pada aturan pembatasan, melainkan belum efektifnya pengawasan dalam penyelenggaraan pilkada khususnya yang melibatkan petahana.

Kontra Politik Dinasti
- Merusak demokrasi karena bisa menutup akses dan kesempatan bagi warga negara lain untuk memperoleh hak politik, terutama hak untuk dipilih.
- Merusak birokrasi tata kelola pemerintahan di suatu daerah
- Merusak kaderisasi partai
- Menurut data ICW, sejak otonomi daerah sebanyak enam dari seluruh kepala daerah yang terjerat korupsi, diketahui berkaitan dengan dinasti politik. (Wahyono)

Model Dinasti Politik
Menurut data Kemendagri dan LIPI (2016), dinasti politik setidaknya telah menjangkiti sekitar 65 daerah di Indonesia.
Pro Kontra Dinasti Politik di Indonesia
Tipologi Dinasti Politik
Pro Kontra Dinasti Politik di Indonesia
(poe)
Berita Terkait
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi...
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi Anggaran dalam RDP, Tekankan Efisiensi Belanja 2025
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
6 Kota Paling Multikultural...
6 Kota Paling Multikultural di Dunia, dari Amsterdam hingga Singapura
10 Negara dengan Etnis...
10 Negara dengan Etnis Paling Beragam di Dunia
Jejak 10 Pemimpin Dunia...
Jejak 10 Pemimpin Dunia ‘Jinakkan’ Lawan Politik
6 Tokoh Nasional yang...
6 Tokoh Nasional yang Pernah Menjadi Tahanan Politik
Berita Terkini
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved