BPN Sebut Kegiatan Kampanye Prabowo-Sandi Mulai Diintimidasi

Minggu, 13 Januari 2019 - 07:37 WIB
BPN Sebut Kegiatan Kampanye...
BPN Sebut Kegiatan Kampanye Prabowo-Sandi Mulai Diintimidasi
A A A
SEMARANG - Koordinator relawan Gerakan Masyarakat Prabowo-Sandiaga (Gema PADI) Jawa Tengah Sudirman Said menyayangkan mulai adanya intimidasi terhadap agenda kegiatan yang dilakukan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Salah satu peristiwa yang disayangkan itu adalah perlakuan tidak menyenangkan terhadap relawan Prabowo-Sandi di Kabupaten Grobogan, Jateng, saat hendak menghadiri kegiatan kampanye Cawapres Sandiaga Uno, Sabtu (12/1/2019).

“Di Grobogan tadi ada beberapa kejadian menarik, beberapa truk yang akan hadir di acara kita itu dihadang di perjalanan dipaksa kembali. Kemudian ketua panitianya didatangi sekelompok orang, ada satu tokoh masyarakat yang jadi pendukung kita didatangi beberapa orang,” kata Sudirman Said saat menceritakan peristiwa intimadasi tersebut kepada media di Sekretariat Pemenangan Prabowo-Sandi Semarang di Jalan Pamularsih, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) malam.

Selain itu, kata dia, ada peristiwa dimana para relawan yang sudah datang di lokasi acara malah diberi kaos pasangan 01 dan dipaksa untuk dipakai pada acara relawan tersebut.

“Kita lagi menunggu laporan detailnya, kalau ini benar ini satu pengkondisian yang kurang baik, jelas-jelas itu tindakan offensif secara fisik dan mental. Kalau lahan kampanyenya kan begitu besar, jadi tidak harus orang sedang bikin acara, kemudian diserang secara mental dan fisik, maksa memberi kaos kemudian dipaksa dipakai, juga memaksa memasang spanduk di tempat acara kita,” jelas pria yang menjadi Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi ini.

Sudirman menyebut, aparat keamanan dan Panwaslu mengetahui peristiwa tersebut. Namun belum ada tindak lanjut terhadap aksi sekelompok orang yang mengganggu kampanye Sandi Uno di Grobogan itu.

Tak hanya itu, Sudirman juga menceritakan peristiwa perobekan gambar dan bendera, baik partai maupun calon legislatif dari partai koalisi Prabowo-Sandi. “Kita tidak bisa mengatakan siapa yang mengerjakan itu, tapi yang jelas itu terjadi. Saya berharap kepada Bawaslu, aparat keamanan, penyelenggara pemilu harus betul-betul bertindak tegas,” tegasnya.

Secara khusus, Sudirman mengapresiasi langkah cepat Bawaslu di Bogor terhadap peristiwa yang dialami Anies Baswedan yang akhirnya berujung tidak adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Aksi cepat itu semestinya juga diberlakukan jika yang melakukan aksi-aksi tersebut pendukung calon petahana.

“Kemarin Pak Anies Baswedan cepat diproses meski kemudian disimpulkan tidak ada pelanggaran hukum. Tindakan cepat seperti ini harus terjadi untuk seluruh masyarakat. Saya mendengar kawan di Solo dan Grobogan, aparat, Bawaslu melihat, mudah-mudahan menjadi perhatian dan tidak terjadi lagi di Jateng,” paparnya.

Ditanya apakah akan melaporkan aksi intimidasi tersebut, Sudirman menyatakan, pada dasarnya pelaporan bukan tujuan, tetapi jika masalahnya serius, kemudian mengancam proses demokrasi. "saya kira harus menjadi perhatian Bawaslu. Saya sih berharap ini kejadian kekerasan seperti ini tidak berlanjut," tandas mantan Menteri ESDM ini.

Dia mengatakan, masuk menjadi kontestan Pemilu harus menawarkan kebaikan kepada publik. Bukan dengan jalan kekerasan.

“Kekerasan itu adalah wujud dari ketidakberadaban. Padahal pemilu adalah bentuk dari peradaban kita sebagai negara demokrasi. Jadi kekerasan berlawanan dengan niat dari pemilu,” pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved