Kesaksian Gulbakhar dari Balik Penjara Uighur

Minggu, 13 Januari 2019 - 05:09 WIB
Kesaksian Gulbakhar...
Kesaksian Gulbakhar dari Balik Penjara Uighur
A A A
JAKARTA - Salah satu warga negara Kazakhstan keturunan Uighur, Gulbakhar Cililova menceritakan penderitaannya selama 16 bulan menjadi tahanan Pemerintah Komunis Cina.

Pebisnis yang kerap melakukan perjalanan bisnis Kazakhstan-Cina selama 20 tahun ini ditangkap Pemerintah Cina pada Mei 2017. Sejak saat itu, ia dimasukkan ke kamp reedukasi di Xinjiang dengan dugaan bahwa Gulbahar adalah etnis Uighur.

“Ketika saya berada di kamp tersebut, saya dimintai KTP Cina saya. Saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah orang asing dan bahwa saya tidak melakukan kesalahan,” kata Gulbahar dalam diskusi 'Kesaksian dari Balik Penjara Uighur', Sabtu (12/1/2019).

Namun demikian, lanjut Gulbakhar, ia terus diinterogasi identitas Uighurnya selama lebih dari satu tahun.Selama penginterogasian tersebut, Gulbahar dikurung dalam ruangan yang pengap, berukuran 7x6x3 meter.

Di ruangan itu ia kerap melihat tahanan Uighur disiksa hanya karena gerak-gerik yang menunjukkan seperti mereka mau beribadah.

“Kepala menengok ke kanan dan ke kiri saja, dianggap melakukan salat. Atau mengusap muka, dianggap habis berwudu. Karena gerakan itu, mereka dihukum seperti kaki mereka diberi pemberat seberat 5 kilogram. Ada juga yang kuku-kuku mereka dicabut dan bentuk represi laainnya yang membuat saya stress,” kenang Gulbakhar pilu.

Depresi melihat penyiksaan itu semua, ia empat kali dilarikan ke rumah sakit tahanan yang kondisinya sangat tidak layak. Kisahnya, di rumah sakit itu juga terdapat tahanan seumur hidup atau tahanan Uighur yang dijatuhi hukuman mati.

“Mereka tidak dibunuh langsung, tapi secara perlahan dengan pemberian obat-obatan yang mematikan,” tambah Gulbakhar.

Baru pada September 2018 lalu Gulbakhar dibebaskan karena terbukti bukan etnis Uighur.

“Saya berjanji pada saudara-saudara Uighur yang ditahan di kamp, untuk menyuarakan fakta pahit ini. Ini suatu ketidakadilan HAM,” tutup Gulbakhar.

Komaruddin Bagja Arjawinangun
(pur)
Berita Terkait
ICC Tolak Investigasi...
ICC Tolak Investigasi Penindasan China Terhadap Muslim Uighur
Langka, Israel Kecam...
Langka, Israel Kecam Penindasan China terhadap Muslim Uighur
Bungkam Soal Penindasan...
Bungkam Soal Penindasan Muslim Uighur, OKI Dituding Bersekongkol dengan China
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Suarakan Solidaritas,...
Suarakan Solidaritas, OIC Youth Indonesia Gelar Seminar soal Uighur
Tanpa Alasan Jelas,...
Tanpa Alasan Jelas, China Hukum Ilmuwan Uighur Penjara Seumur Hidup
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved