Tak Semua Masyarakat Indonesia Sebagai Pemilih Rasional
Kamis, 10 Januari 2019 - 11:23 WIB
Tak Semua Masyarakat Indonesia Sebagai Pemilih Rasional
A
A
A
JAKARTA - Analis Politik IndoStrategi Arif Nurul Imam mengatakan, masyarakat yang memilih berdasarkan visi misi pasangan calon presiden dan wakil presiden merupakan pemilih rasional. Dia melanjutkan, pemilih rasional itu adalah kelompok terdidik yang melek politik dan tidak apatis terhadap kehidupan politik.
"Namun masalahnya, tidak semua pemilih di Indonesia adalah pemilih rasional, sehingga visi-misi Capres hanya bisa dijadikan preferensi pemilih rasional," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (10/1/2019).
Sehingga, kata dia, ada kelompok masyarakat yang menggunakan visi misi sebagai preferensi memilih. "Tapi ada kelompok masyarakat yang memilih berdasarkan pertimbangan emosional, primordial, atau pragmatisme," pungkasnya.
Diketahui, pemungutan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar pada 17 April 2019. Ada dua pasangan calon yang bertarung pada Pilpres 2019, yakni nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Sebelum pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden setiap tanggal 17 mulai Januari ini.
"Namun masalahnya, tidak semua pemilih di Indonesia adalah pemilih rasional, sehingga visi-misi Capres hanya bisa dijadikan preferensi pemilih rasional," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (10/1/2019).
Sehingga, kata dia, ada kelompok masyarakat yang menggunakan visi misi sebagai preferensi memilih. "Tapi ada kelompok masyarakat yang memilih berdasarkan pertimbangan emosional, primordial, atau pragmatisme," pungkasnya.
Diketahui, pemungutan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar pada 17 April 2019. Ada dua pasangan calon yang bertarung pada Pilpres 2019, yakni nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Sebelum pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden setiap tanggal 17 mulai Januari ini.
(pur)