Pengamat: Manuver Andi Arief Bisa Rugikan Elektabilitas Demokrat
Selasa, 08 Januari 2019 - 17:53 WIB
Pengamat: Manuver Andi Arief Bisa Rugikan Elektabilitas Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Ulah dan manuver Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief dalam sejumlah kesempatan dinilai bisa merugikan partai berlambang bintang mercy. Maka itu, perlu ada tindakan yang cepat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengingatkan anak buahnya tersebut.
Doktor Ilmu Politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino mengatakan, jika Andi Arief dibiarkan terus menerus berselancar dalam kabar kebohongan atau hoaks maka akan merugikan partai Demokrat.
"Berbagai kabar bohong dan ketidaksantunan yang disebarkan Andi Arief, menurut hemat saya, akan menggerus suara Partai Demokrat pada Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan semakin cerdasnya pemilih di Indonesia," ujar Leo, Selasa (8/1/2019).
Menurutnya, pemilih Indonesia akan merespons negatif terhadap berbagai kabar bohong yang diproduksi serta ketidaksantunan. Sebab para pemilih sudah jenuh dengan politik kotor yang selama ini ada.
Leo mengaku dirinya belum bisa mengerti bagaimana logika Andi Arief, maupun logika petinggi PD seperti SBY yang membiarkannya bertindak. Khususnya saat turut menyebar berita bohong soal adanya 7 kontainer berisi surat suara sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Beredarnya kabar bohong demikian tentu saja diniatkan 'menembak' lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Menurut pendapat Saya sudah kelewat batas. Dengan “menembak” penyelenggara Pemilu, saya kira pemilih menjadi lebih tidak lagi tertarik lagi dengan Partai Demokrat. Ini karena Demokrat dianggap sama saja dengan partai penyebar hoaks lainnya," kata Leo.
Karena itu, sebagai partai pemenang pemilu 2009, Leo menyayangkan bila PD tenggelam di pemilu 2019 hanya karena tak mengantisipasi faktor seperti Andi Arief.
"Oleh karena itu, SBY harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi menurunnya suara PD pada Pemilu 2019. Ketergerusan PD, apabila tidak diantisipasi, akan berimplikasi juga pada threshold mereka. Sebab itulah, Saya pikir, SBY harus turun gunung untuk menyelesaikan hal ini," ungkap Leo Agustino.
Paska terbongkarnya hoaks 7 kontainer dimaksud, Andi Arief terlihat makin aktif menebar ancaman dan kemarahan. Khususnya terhadap para tim sukses pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Selain mengancam menggeruduk dan melaporkan ke Kepolisian, di akun media sosialnya, Andi Arief banyak mengeluarkan pernyataan makian maupun sindiran.
Doktor Ilmu Politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino mengatakan, jika Andi Arief dibiarkan terus menerus berselancar dalam kabar kebohongan atau hoaks maka akan merugikan partai Demokrat.
"Berbagai kabar bohong dan ketidaksantunan yang disebarkan Andi Arief, menurut hemat saya, akan menggerus suara Partai Demokrat pada Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan semakin cerdasnya pemilih di Indonesia," ujar Leo, Selasa (8/1/2019).
Menurutnya, pemilih Indonesia akan merespons negatif terhadap berbagai kabar bohong yang diproduksi serta ketidaksantunan. Sebab para pemilih sudah jenuh dengan politik kotor yang selama ini ada.
Leo mengaku dirinya belum bisa mengerti bagaimana logika Andi Arief, maupun logika petinggi PD seperti SBY yang membiarkannya bertindak. Khususnya saat turut menyebar berita bohong soal adanya 7 kontainer berisi surat suara sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Beredarnya kabar bohong demikian tentu saja diniatkan 'menembak' lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Menurut pendapat Saya sudah kelewat batas. Dengan “menembak” penyelenggara Pemilu, saya kira pemilih menjadi lebih tidak lagi tertarik lagi dengan Partai Demokrat. Ini karena Demokrat dianggap sama saja dengan partai penyebar hoaks lainnya," kata Leo.
Karena itu, sebagai partai pemenang pemilu 2009, Leo menyayangkan bila PD tenggelam di pemilu 2019 hanya karena tak mengantisipasi faktor seperti Andi Arief.
"Oleh karena itu, SBY harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi menurunnya suara PD pada Pemilu 2019. Ketergerusan PD, apabila tidak diantisipasi, akan berimplikasi juga pada threshold mereka. Sebab itulah, Saya pikir, SBY harus turun gunung untuk menyelesaikan hal ini," ungkap Leo Agustino.
Paska terbongkarnya hoaks 7 kontainer dimaksud, Andi Arief terlihat makin aktif menebar ancaman dan kemarahan. Khususnya terhadap para tim sukses pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Selain mengancam menggeruduk dan melaporkan ke Kepolisian, di akun media sosialnya, Andi Arief banyak mengeluarkan pernyataan makian maupun sindiran.
(pur)