Generasi Millenial Ditantang Majukan Dunia Pertanian

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:29 WIB
Generasi Millenial Ditantang...
Generasi Millenial Ditantang Majukan Dunia Pertanian
A A A
JAKARTA - Dunia pertanian di Indonesia saat ini membutuhkan tenaga anak-anak muda untuk membangun dan mengembangkan pertanian yang potensinya masih begitu luas.

Hal ini menjadi kesimpulan inti dari Dialog Tani Nasional dan Syukuran HUT Pemuda Tani ke-32 di Universitas Trilogi.

Rektor Universitas Trilogi, Prof Marsudi Wahyu Kisworo mengatakan, bahwa millenial sekarang sudah masuk ke dalam revolusi industri 4.0. Sementara di pertanian konsepnya adalah smart farming. “Jadi pertanian sekarang sudah bisa direkayasa menggunakan teknologi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Selasa, (11/12/2018)

Dalam konteks itu juga dia menyarankan kepada para Millenial bahwa dunia pertanian membutuhkan tenaga mereka. Dan generasi millenials harus selalu siap dan menyiapkan diri atas perubahan tersebut apalagi dalam dunia pertanian.

“Indonesia membutuhkan pertanian dan petani. Sayangnya minat generasi muda untuk menjadi seorang petani maupun bersinggungan dengan pertanian itu masih minim, karena stigma petani masih dianggap sebagai pekerjaan orang miskin, pekerjaan orang rendah dan pekerjaan orang yang tidak sekolah. Maka dari itu kita mesti mengambil peran di dunia pertanian untuk memajukannya," bebernya.

Dialog tani menghadirkan 3 narasumber yaitu Adi Pramudya selaku pengusaha pertanian, Arman selaku Kepala Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi dan Iskandar selaku Humas Otoritas Jasa Keuangan. Dialog dipandu oleh Suroyo selaku Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia.

Adi Pramudya banyak menceritakan bagaimana perjalanan usahanya yang jatuh bangun dimulai dari jualan pisang cokelat, sales deterjen. Hingga akhirnya tertarik dalam dunia pertanian dan menggeluti bisnis pertanian rempah. “Hal inilah yang harus menjadi pembelajaran generasi sekarang dalam berwirausaha terutama bidang pertanian”.

Tantangan sekarang adalah minimnya generasi muda yang terjun di dunia pertanian, solusinya adalah “kita harus turun menggeluti dunia pertanian dimulai semenjak menjadi mahasiswa pertanian, bukan ketika setelah lulus, karena ketika lulus tuntutan-tuntutan lain akan lebih banyak” tutur Arman.

Pertanian adalah sektor yang penting dan potensial seperti yang dipaparkan Iskandar. “Pertanian merupakan investasi yang menjanjikan, dari mulai zaman nabi Yusuf saja pertanian menjadi bentuk investasi ketika menghadapi kemarau berkepanjangan,” katanya.
Acara ini juga dihadir Ketua DPN HKTI, Rizal Taufikurohman Dekan Fakultas bio industri dan ratusan mahasiswa pertanian Se- Jabodetabek.
(vhs)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved