Gus Yaqut: Indonesia Didirikan untuk Semua Umat

Minggu, 02 Desember 2018 - 21:33 WIB
Gus Yaqut: Indonesia...
Gus Yaqut: Indonesia Didirikan untuk Semua Umat
A A A
PEKALONGAN - Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kembali betapa pentingnya komitmen menjaga tegak berdirinya Indonesia. "Indonesia adalah rumah bersama, yang didirikan oleh semua komponen bangsa yang berbeda agama, suku, etnis, budaya. Tidak hanya Islam. Jadi, kita sebagai kader Ansor dan Banser harus memiliki komitmen tinggi untuk menjaga Indonesia dari setiap upaya yang ingin mengubah Indonesia menjadi bentuk lain," tegas Yaqut, di depan ratusan peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Ansor dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di Bumi Perkemahan Linggo, Kabupaten Pekalongan, Minggu (2/12/2018) sore.

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, para muassis Nahdlatul Ulama (NU) seperti Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Wahab Chasbullah, Mbah Bisri Sansuri, dan lain lain yang ikut mendirikan Indonesia sudah menyepakati Indonesia milik semua umat. Dia mengatakan, para pendiri NU jelas memiliki pertimbangan syar'i hingga menyetujui juga Pancasila sebagai ideologi negara.

"Mulai dari (sila) Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mana ada yang bertentangan dengan syariah.Tidak ada yang bertentangan dan sudah sesuai syariah. Maka dari itu, tak perlu aneh-aneh mau bikin negara Islam sehingga warga yang bukan Islam menjadi warga negara kelas dua. Semua sudah diatur negara secara syariah, mulai dari syahadat, naik haji sampai perbankan. Jadi, kurang apa lagi? Sebab itulah, kita menolak khilafah Islamiyah karena negara ini sudah sangat Islami dan mengayomi semua umat," jelas Gus Yaqut, disambut tepuk tangan para peserta.

Di sisi lain, Gus Yaqut mengingatkan para kader Ansor dan Banser bahwa ancaman paling nyata dan dekat saat ini adalah kelompok radikal atau kelompok yang menggunakan agama sebagai alat politik kekuasaan.

"Mereka itu hanya punya dua agenda. Pertama, menyalahkan amaliah di luar kelompok mereka, menganggap bid'ah, kafir sehingga layak dianggap musuh. Kedua, agenda mereka jelas merebut kekuasaan dan akan menjadikan negeri ini khilafah Islamiyah," katanya.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Gus Yaqut di acara Doa Bersama untuk Bangsa dan Konsolidasi Organisasi di Pondok Pesantren An-Nur Maron Purworejo, Sabtu malam 1 Desember 2018 kemarin.

Dalam acara yang dihadiri jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor Luqman Hakim Al-Jambi, Mujiburrohman, Abdul Haris Ma'mun, Rifqi Almubarok, Ketua PP MDS Rijalul Ansor KH Mahfud Hamid, serta ratusan peserta, Gus Yaqut mengatakan, medan perjuangan kader Ansor dan Banser bukan semata-mata menolak pendirian khilafah Islamiyah.

Namun, perjuangan kader Ansor dan Banser adalah front perjuangan semesta atau di semua lini.

"Kaderisasi sangat penting dan harus terus jalan. Saya sangat bangga kepada sahabat semua yang ikhlas berkhidmat untuk Ansor, Banser, dan NU. Tapi kita juga harus kuat di bidang ekonomi, pendidikan, pemerintahan, politik, budaya, dll. Mari kita dorong kader yang ingin jadi pengusaha agar sukses, yang ingin jadi PNS, petani, pendidik, intelektual, TNI/Polri, termasuk politisi," ujarnya.

Dia juga mengingatkan kepada segenap kader Ansor dan Banser bahwa tantangan ke depan makin besar. Namun tak ada yang perlu dikhawatirkan selama punya komitmen, solidaritas, kesetiakawanan, dan satu komando. Tantangan seberat apa pun pasti bisa dilalui.
(sms)
Berita Terkait
Bobby Hermansyah Terpilih...
Bobby Hermansyah Terpilih Jadi Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
Langkah Konkret Ansor...
Langkah Konkret Ansor Jatim Bangun Ekosistem Ekonomi Berbasis Agrikultur
Garap Bisnis Konveksi...
Garap Bisnis Konveksi di Bandung, Ketum Ansor: BUMA Pecah Telor
Ansor dan Kemensos Bagikan...
Ansor dan Kemensos Bagikan Paket Sembako Banpres
Bagana Ansor Evakuasi...
Bagana Ansor Evakuasi Korban Banjir Jabodetabek hingga Pasok Logistik
GP Ansor Bangun Usaha...
GP Ansor Bangun Usaha Ayam Broiler di Subang
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved