Airlangga Ingatkan Elite Parpol Jangan Bikin Situasi Makin Panas

Sabtu, 01 Desember 2018 - 18:45 WIB
Airlangga Ingatkan Elite...
Airlangga Ingatkan Elite Parpol Jangan Bikin Situasi Makin Panas
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengimbau semua elite partai politik (parpol) agar tidak membuat situasi semakin memanas menjelang Pemilu 2019.

Airlangga meminta parpol untuk membangun optimisme publik dengan melakukan berbagai kegiatan positif.

"Mari kita terus bangun narasi politik optimisme, bukan narasi pesimis, politik yang mampu membangun harapan bukan kecemasan buat rakyat," ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Hal itu disampaikannya menanggapi saling serang parpol yang membawa-bawa nama Presiden kedua Indonesia Soeharto atau Orde Baru (Orba).

Menurut Airlangga, pernyataan saling serang antara pihak koalisi dan oposisi yang tajam saat ini bukan sikap politik yang patut.

Menteri Perindustrian itu menjelaskan, sejal awal koalisi pemerintah selalu menjalankan kampanye positif. Kendati demikian, pihaknya akan menjawab jika ada kampanye negatif terhadap keberhasilan pemerintah.

“Partai politik sepatutnya selalu menjawab dengan kebaikan jika ada kampanye negatif dari pihak yang tidak puas dengan establish pemerintah saat ini,” kata mantan anggota DPR ini.

Dia pun meminta para kader Partai Golkar untuk selalu konsisten mengedepankan empat program pro-rakyat dalam kerja-kerjanya menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Empat program prorakyat itu menjadi tagline utama Partai Golkar untuk merebut kemenangan Pileg dan Pilpres 2019, yakni harga sembako murah, lapangan pekerjaan, rumah terjangkau, dan revolusi industri 4.0.

Dia pun menekankan kepada kader Partai Golkar tentang semangat pendiri bangsa untuk memerdekakan Indonesia adalah semangat cinta persatuan.

“Karena itu, ayo semuanya menerapkan politik yang membangun persatuan bukan perpecahan," tuturnya.

Adapun saling serang itu berawal dari pernyataan Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.Partai Berkarya atau partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pun protes, bahkan mengancam melaporkan ke kepolisian.
Polemik ini ditanggapi Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang menyebut Soeharto merupakan simbol korupsi kolusi nepotisme (KKN).
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved