Komnas HAM: Aplikasi Smart Pakem Berpotensi Memecah Belah Masyarakat

Kamis, 29 November 2018 - 14:48 WIB
Komnas HAM: Aplikasi...
Komnas HAM: Aplikasi Smart Pakem Berpotensi Memecah Belah Masyarakat
A A A
JAKARTA - Aplikasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) atau Smart Pakem yang diluncurkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menuai polemik di masyarakat. Bahkan Komnas HAM ikut menolak digunakannya aplikasi tersebut.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara aplikasi yang dilengkapi fitur pengaduan masyarakat itu berpotensi memecah belah masyarakat.

"Negara dan aparat hukum yang seharusnya melindungi hak konstitusi warga malah bertindak sebaliknya," ujar Beka saat dikonfirmasi, Kamis (29/11/2018).

Dalam hal ini, lanjut Beka lembaganya meminta kepada intitusi Kejaksaan diturunkan atau bahkan dihapus. Beka mengaku lembaganya akan meminta penjelasan langsung dari intitusi kejaksaan terkait diluncurkannya aplikasi tersebut.

"Tentu saja kami akan berkomunikasi dengan kejaksaan soal ini," tandasnya.

Selain Komnas HAM, sejumlah LSM seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga menyuarakan mengenai penggunaan aplikasi ini. Termasuk penolakan datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baik YLBHI maupun PSI sama-sama meminta agar aplikasi yang dilengkapi dengan fitur di antaranya fatwa MUI, aliran keagamaan, aliran kepercayaan, ormas, informasi, dan laporan pengaduan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat serta mendorong perilaku persekusi di masyarakat dicabut atau dibatalkan.
(kri)
Berita Terkait
Kejagung Apresiasi LDII...
Kejagung Apresiasi LDII yang Terus Menerapkan Nilai Kebangsaan
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Berita Terkini
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved