Kronologi OTT PN Jaksel, KPK Grebek Hakim di Tempat Kos

Kamis, 29 November 2018 - 00:02 WIB
Kronologi OTT PN Jaksel,...
Kronologi OTT PN Jaksel, KPK Grebek Hakim di Tempat Kos
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka atas dugaan suap terhadap Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dengan putusan perkara perdata di PN Jakarta Selatan Tahun 2018.

Kelima orang itu, Hakim PN Jakarta Selatan (Ketua Majelis Hakim), Iswahyu Widodo, Hakim PN Jakarta Selatan Irwan, Panitera Penggati PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, Advokat Arif Fitrawan dan pihak swasta Martin P. Silitonga yang saat ini sedang dalam penahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan pelanggaran pidana umum.

Dalam kronologi OTT tersebut KPK mengamankan 6 orang terlebih dulu yakni Iswahyu, Irwan, Ramadhan, Arif, Seorang advokat, dan seorang petugas keamanan.

Pada Selasa, 27 November 2018 pukul 19.00 WIB, tim KPK mengamankan Arif dan seorang advokat yang merupakan rekannya di sebuah restoran cepat saji di daerah Tanjung Barat.

"Secara pararel, tim lainnya, mengamankan Ramadhan di kediamannya di daerah Pejaten timur. Bersama Ramadhan diamankan juga seorang petugas keamanan. Di rumah Ramadhan, tim KPK mengamankan uang yang diduga terkait dengan suap dalam perkara ini, sebesar SGD 47 ribu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers, Rabu (28/11/2018) malam.

Kemudian, lanjut Alex, pada pukul 23.00 WIB, dua tim KPK bergerak, masing-masing mengamankan kedua hakim Iswahyu dan Irwan di kosan masing-masing di Jalan Ampera Raya. "Enam orang tersebut kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan awal," jelas Alex.

Diduga pemberian uang tersebut ditujukan kepada majelis hakim yang menangani perkara perdata Nomor 262/Pdt.G/2018/PN Jaksel yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tahun 2018.

Sebagai pihak penerima, Iswahyu, Irwan dan Ramadhan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal ke 5 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga memberi, Arif dan Martin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) dan/atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto pasal ke 5 ayat (1) ke 1 KUHP.
(nag)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved