DPR Apresiasi Tito Bawa Nama Baik Polri di Level Global
Senin, 26 November 2018 - 03:09 WIB
DPR Apresiasi Tito Bawa Nama Baik Polri di Level Global
A
A
A
JAKARTA - Sidang Umum Interpol ke-87 telah digelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Institusi kepolisian di seluruh dunia hadir termasuk Polri. Yang menarik dari sidang umum tersebut, Polri mendapat sorotan karena dinilai berhasil menjalankan tugas kepolisiannya di era modern.Dalam sebuah video, Sekjen Interpol, Jurgen Stock meminta masukan dan tanggapan dari Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ihwal bagaimana inovasi kepolisian di masa yang akan datang.
Menanggapi hal itu, Tito Karnavian mengatakan, berbicara masalah inovasi Polri dalam menghadapi tantangan global, institusi yang dipimpinnya membentuk Cyber Crime yang profesional. Dikatakannya, tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.
“Peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan,” kata Tito.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia. “Juga pengembangan inovasi berbasis teknologi, seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi TI (teknologi informasi) dalam penegakan hukum dan teknologi TI dalam pelayanan publik,” tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut.
Prestasi Polri di kancah internasional tersebut dipresiasi anggota Komisi III DPR, Teuku Taufiqulhadi. Politikus NasDem ini menilai wajar Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian mendapat pujian dari negara lain. Sebab Tito dianggap memiliki kebijakan yang baik dan antisipatif dalam upaya penanggulangan dan penindakan terhadap kejahatan lintas negara khususnya terorisme.
"Latar belakang Pak Tito sebagai perwira yang ditugaskan secara intensif menanggulangi terorisme, sebelum menjadi Kapolri," kata Taufiqulhadi di Jakarta, Minggu, (25/11/2018).
Selama Tito menjadi Kapolri, sambung dia, yang bersangkutan membuat langkah-langkah kepolisian lebih efektif dalam menyelesaikan kasus transnasional ini. “Negara-negara lain dapat melihat langkah polri dalam penanggulangan terorisme ini di negara Indonesia yang luas dan sangat beragam dalam pemahaman masalah keislaman," ucapnya.
Sejumlah Negara melihat Indonesia cukup berhasil dalam kebijakan terkait pemberantasan terorisme dan penanggulangan paham radikal. "Saya berpendapat, kemampuan kepolisian meredam isu terorisme dan kejahatan lain saat ini, tidak bisa dilihat sebagai hal wajar-wajar saja," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Tito Karnavian mengatakan, berbicara masalah inovasi Polri dalam menghadapi tantangan global, institusi yang dipimpinnya membentuk Cyber Crime yang profesional. Dikatakannya, tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.
“Peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan,” kata Tito.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia. “Juga pengembangan inovasi berbasis teknologi, seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi TI (teknologi informasi) dalam penegakan hukum dan teknologi TI dalam pelayanan publik,” tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut.
Prestasi Polri di kancah internasional tersebut dipresiasi anggota Komisi III DPR, Teuku Taufiqulhadi. Politikus NasDem ini menilai wajar Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian mendapat pujian dari negara lain. Sebab Tito dianggap memiliki kebijakan yang baik dan antisipatif dalam upaya penanggulangan dan penindakan terhadap kejahatan lintas negara khususnya terorisme.
"Latar belakang Pak Tito sebagai perwira yang ditugaskan secara intensif menanggulangi terorisme, sebelum menjadi Kapolri," kata Taufiqulhadi di Jakarta, Minggu, (25/11/2018).
Selama Tito menjadi Kapolri, sambung dia, yang bersangkutan membuat langkah-langkah kepolisian lebih efektif dalam menyelesaikan kasus transnasional ini. “Negara-negara lain dapat melihat langkah polri dalam penanggulangan terorisme ini di negara Indonesia yang luas dan sangat beragam dalam pemahaman masalah keislaman," ucapnya.
Sejumlah Negara melihat Indonesia cukup berhasil dalam kebijakan terkait pemberantasan terorisme dan penanggulangan paham radikal. "Saya berpendapat, kemampuan kepolisian meredam isu terorisme dan kejahatan lain saat ini, tidak bisa dilihat sebagai hal wajar-wajar saja," tuturnya.
(kri)