Tuan Guru Bajang: Isu Palestina Bukan Sembarang Isu

Jum'at, 23 November 2018 - 19:55 WIB
Tuan Guru Bajang: Isu...
Tuan Guru Bajang: Isu Palestina Bukan Sembarang Isu
A A A
JAKARTA - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia (OIAA), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengatakan penjajahan Israel terhadap Palestina adalah wajah buruk kolonialisme yang masih tersisa. Telanjang dan brutal.

"Penjajahan Israel terhadap Palestina bertentangan dengan nalar kemanusiaan, kebangsaan dan keagamaan kita," ujarnya kepada SINDOnews, Jumat (23/11/2018).

Secara kemanusiaan, menurutnya tidak ada seorangpun yang masih memiliki nurani tidak terusik melihat puluhan tahun warga Palestina menderita. Tanah mereka dirampas, sumber kehidupan mereka dipotong, bahkan nyawa mereka hilang.

"Hak menentukan hidup bebas tidak mereka miliki. Nurani kemanusiaan ini juga tergambar dalam beragam Resolusi PBB terkait Palestina," ucapnya.

Secara kebangsaan, kata mantan Gubernur NTB ini, posisi Indonesia jelas sebagaimana yang termaktub dalam alinea pertama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, "maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan". Dia menilai setiap pemimpin pemerintahan Indonesia tanpa kecuali menganggap ini garis merah yang tidak boleh dilampaui.

"Tidak ada kompromi terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina. Secara keagamaan, saya yakin tidak ada agama yang membolehkan penganiayaan kolektif berkelanjutan yang sistemik sebagaimana yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina," tegas dia.

Khusus bagi kita bangsa Indonesia, lanjut TGB tidak boleh melupakan bahwa Palestina melalui Mufti Besar Syekh Muhammad Amin Husaini adalah salah satu bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Dia berpandangan Indonesia senasib dan sepenanggungan dengan rakyat Palestina.

"Saya sangat menyayangkan statemen Capres Bapak Prabowo Subianto yang menganggap rencana salah satu negara untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem sebagai hak dan kedaulatan negara tersebut, yang dengan demikian harus dihormati," tandasnya.

Dia berpandangan, pernyataan itu menafikan jalinan sejarah perjuangan Palestina yang berkelindan dengan perjuangan bangsa kita. Menurutnya, ini bukan sekadar masalah kedaulatan suatu negara sahabat tetapi ini isu kebangsaan dan keumatan yang selalu menjadi perhatian kita sebagai bangsa.

"Tidak boleh ada statemen yang secara langsung maupun tidak langsung melegalkan kondisi yang ada di Palestina. Apapun, pernyataan itu tidak boleh melemahkan semangat kita untuk memperjuangan hak saudara kita di Palestina untuk merdeka."

"Pertanggungjawaban kita adalah kepada Allah SWT Sang Pencipta, kepada diri kita sebagai manusia yang merdeka, sebagai bangsa dan kepada sejarah," sambung TGB.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved