Polri Sebut Generasi Muda Rentan Dicekoki Radikalisme

Jum'at, 23 November 2018 - 19:07 WIB
Polri Sebut Generasi...
Polri Sebut Generasi Muda Rentan Dicekoki Radikalisme
A A A
JAKARTA - Bahaya radikalisme mengancam generasi muda. Dari sekian banyak pelaku bom bunuh diri, generasi muda berusia 18-30 tahun menjadi yang terbanyak.

Di sisi lain pengawasan terus dilakukan polisi. Melalui kunjungan ke Perguruan Tinggi atau Universitas, polisi berharap mahasiswa tak terpengaruh radikalisme.

Hal itu diungkapkan Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Edi Setio. Ia mengatakan kampanye radikalisme kini terus dilakukan kelompok tertentu terhadap generasi muda melalui media sosial.

“Ini yang berbahaya, kalau tak memfilter dengan baik, maka radikalisme akan mempengaruhi generasi muda,” ujar Edi saat sosialisasi bahaya radikalisme dan narkoba di Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/11/2018).

Edi kemudian melanjutkan kini paham radikal mengalami perubahan. Bila dahulu penyebaran paham melalui upaya keras, kini paham melalui sistem halus. Cara ini pun banyak ditemukan di media sosial melalui tayangan tayang film durasi kurang dari semenit.

Kondisi demikian diperburuk dengan masyarakat Indonesia yang cenderung males baca. Tak terkonfirmasi baik, paham ini kemudian menyebar luas dan memengaruhi beberapa generasi muda.

Termasuk kota-kota besar dengan jumlah penduduk meningkat. Radikalisme kemudian bisa ditemukan di kota kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta.

“Ini lah yang kami pantau. Dan kebanyakan pelakunya usia muda, makanya saya ingatkan mahasiswa di sini jangan sampai terpengaruh,” tutur Edi.

Terpisah Rektor Ukrida, Erning Wihardjo menambahkan selain paham radikalisme, pihaknya juga mewanti wanti tentang penyalahgunaan narkoba. Ia pun tak segan menindak mahasiswanya bila terbukti konsumsi narkoba dan menjadi bagian radikalisme.

“Walaupun saat ini tidak ada, tapi tetap kami waspadai,” tutur Erning di hadapan 700 mahasiswa yang hadir dalam kesempatan itu.

Sikap sama diungkapkan Dekan Fakultas Kedokteran UKRIDA, Kombes Pol (Purn) dr Anton Castelani yang mengatakan pihaknya menjamin tidak ada mahasiswa yang terlibat narkoba maupun radikalisme. Sosialisasi bahaya keduanya terus dilakukan.

“Kami ingin menciptakan pengaruh baik kepada mahasiswa. Jangan sampai terpengaruh narkotika atau terkena radikalisme,” tutup Pria yang sempat menjadi bagian DVI Mabes Polri ini.
(kri)
Berita Terkait
Cegah Aksi Terorisme,...
Cegah Aksi Terorisme, Ini yang Dilakukan Polri
Aksi Terorisme Mabes...
Aksi Terorisme Mabes Polri, Presiden : Tingkatkan Kewaspadaan
Presiden Jokowi Ajak...
Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Terorisme
Gerak Cepat Densus 88...
Gerak Cepat Densus 88 Antiteror Polri Tangani Terorisme Diapresiasi
Polri Waspadai Ancaman...
Polri Waspadai Ancaman Teror pada Pemilu 2024
Polri Telusuri Dugaan...
Polri Telusuri Dugaan Hasil Donasi ACT Disalahgunakan untuk Aktivitas Terlarang
Berita Terkini
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved