Reaksi Kubu Jokowi Sikapi Kritik Prabowo Soal Kualitas SDM Indonesia
Rabu, 21 November 2018 - 19:36 WIB
Reaksi Kubu Jokowi Sikapi Kritik Prabowo Soal Kualitas SDM Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand dan Malaysia menuai komentar dari Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, justru kepemimpinan Presiden Jokowi mampu memberikan lompatan terhadap human development index Indonesia. Jokowi dianggap pemimpin yang detail terhadap program-program yang menyentuh rakyat.
"Jadi sebaiknya kritik boleh, sah, tapi harus dengan agenda apa yang membuat program Pak Prabowo berbeda dengan Pak Jokowi, itu yang harus dinilai masyarakat," ujar Hasto di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Sebelumnya, Wakil Ketua badan pemenangan nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera juga menyinggung soal kualitas SDM di Indonesia. Mardani mengusulkan agar negara mengimpor guru dari Finlandia dan Eropa untuk memperbaiki kualitas SDM.
Menanggapi hal ini, Hasto menganggap tidak tepat jika untuk memperbaiki hal tersebut sampai mengimpor tenaga pendidik. Hasto menegaskan Indonesia harus percaya diri dalam membangun bangsanya.
Untuk itu, pemerintah telah memberikan penuh terhadap kualitas SDM melalui pendidikan formal maupun peningkatan vokasi sehingga muncul persaingan dan peningkatan kualitas SDM yang sehat.
"Kami enggak setuju dengan impor (guru-red) itu," kata Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Menurut Hasto, justru kepemimpinan Presiden Jokowi mampu memberikan lompatan terhadap human development index Indonesia. Jokowi dianggap pemimpin yang detail terhadap program-program yang menyentuh rakyat.
"Jadi sebaiknya kritik boleh, sah, tapi harus dengan agenda apa yang membuat program Pak Prabowo berbeda dengan Pak Jokowi, itu yang harus dinilai masyarakat," ujar Hasto di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Sebelumnya, Wakil Ketua badan pemenangan nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera juga menyinggung soal kualitas SDM di Indonesia. Mardani mengusulkan agar negara mengimpor guru dari Finlandia dan Eropa untuk memperbaiki kualitas SDM.
Menanggapi hal ini, Hasto menganggap tidak tepat jika untuk memperbaiki hal tersebut sampai mengimpor tenaga pendidik. Hasto menegaskan Indonesia harus percaya diri dalam membangun bangsanya.
Untuk itu, pemerintah telah memberikan penuh terhadap kualitas SDM melalui pendidikan formal maupun peningkatan vokasi sehingga muncul persaingan dan peningkatan kualitas SDM yang sehat.
"Kami enggak setuju dengan impor (guru-red) itu," kata Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
(dam)