Tanggapan Yenny Wahid Terkait Pelarangan Perda Agama oleh PSI

Minggu, 18 November 2018 - 07:15 WIB
Tanggapan Yenny Wahid...
Tanggapan Yenny Wahid Terkait Pelarangan Perda Agama oleh PSI
A A A
JAKARTA - Putri dari mendiang Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid turut berkomentar terkait laporan atas dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie soal menolak perda syariah.

Menurut Yenny, sebaiknya hukum yang ada di Indonesia berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas, bukan untuk golongan tertentu saja.

"Jadi buat kita semua aturan hukum yang ada di Indonesia itu harus aturan yang bersentuhan dengan masyarakat luas, tidak hanya mengatur satu kepentingan agama tertentu. Dari dulu semua perda yang punya potensi memecah belah masyarakat, berdasarkan kelompok keyakinan, ras, dan sebagainya itu sebaiknya tidak ada di Indonesia," kata Yenny di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Yenny mengungkapkan, sebaiknya peraturan yang dapat mendeskriminasi golongan tertentu sebaiknya ditiadakan karena berpotensi dapat memecah belah bangsa.

"Jadi kalau Wahid Foundation kita selalu menginginkan semua aturan tidak untuk diskrimniasi warga lain. Kalau ada pernyataan-pernyataan perda yang mendiskriminasi, terutama kelompok minoritas maka tentunya tidak boleh ada di Indonesia buat kita," jelasnya.

"Kalau ada potensi diskriminasi maka artinya dia sudah bertentangan dengan semangat UUD 1945, bahkan dalam aturan ketatanegaraan semua peraturan dalam level apapun harus sama semangat 1945," sambungnya.

Selain itu, kata Yenny, peraturan yang dibuat untuk merugikan suatu golongan tertentu nantinya akan hilang sendirinya. (Baca Juga: Ini Penjelasan Ketum PSI Terkait Pelarangan Perda Agama )

"Sebenarnya perda-perda yang punya indikasi diskriminasi ketika dalam aplikasi legalitasnya pasti akan gugur sendiri. Dan warga negara yang merasa diskriminasi punya hak untuk yudisial review atau langkah-langkag banding," tuturnya.
(rhs)
Berita Terkait
PSI Kecam Aksi Pelecehan...
PSI Kecam Aksi Pelecehan Terhadap Kitab Suci Alquran di Norwegia
Ini Upaya Kaesang Peduli...
Ini Upaya Kaesang Peduli terhadap Perajin Tembaga
Berkunjung ke Ternate,...
Berkunjung ke Ternate, Kaesang Bertemu Tokoh Lintas Agama dan Warga
Tinggalkan PSI, Fadli...
Tinggalkan PSI, Fadli Noor jadi Konsultan Politik
Demi Keamanan, Penggunaan...
Demi Keamanan, Penggunaan CCTV dan HT di Lingkungan Warga Dinilai Penting
Mantan Sekretaris DPD...
Mantan Sekretaris DPD Hanura Pimpin PSI Sulsel
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved