Elektabilitas Golkar Merosot, Pembenahan Harus Segera Dilakukan

Selasa, 13 November 2018 - 07:07 WIB
Elektabilitas Golkar...
Elektabilitas Golkar Merosot, Pembenahan Harus Segera Dilakukan
A A A
JAKARTA - Merosotnya elektabilitas Partai Golkar dari waktu ke waktu membuat keprihatinan sebagai kader. Ada beberapa sebab yang membuat elektabilitas melorot.

Politisi senior Partai Golkar Yorrys Wareyai mengatakan, beberapa survei terakhir ini Golkar sudah ada di posisi ke 3 dan hampir memasuki pada posisi ke 4. Elektabilitas ini tidak terlepas dari proses awal.

Elektabilitas Partai Golkar menurun sejak era kepemimpinan Aburizal sampai ke Airlangga. Ada hal-hal yang mendasar kenapa Golkar sampai menurun elektabilitasnya.

Waktu zaman Setya Novanto masih memimpin Partai Golkar, kata Yorrys, dia masih menjadi korbid Polhukam dan melakukan kajian. Hasilnya, pertama, elektabilitas turun karena faktor kepemimpinan, kedua karena kader Partai Golkar terjerat dalam kasus-kasus korupsi.

"Ini menjadi masalah sehingga dulu kita mem-branding itu kembali dengan tag line pada saat Airlangga itu, bersih," kata Yorrys dalam siaran pers yang dikirim, Selasa (13/11/2018).

Ternyata kepengurusan Airlangga masih didominasi oleh kader-kader Golkar yang masuk dalam kategori tersandung kasus korupsi. Apalagi kemudian kasus PLTU Riau muncul dimana dapat dilihat hampir lengkap terjerat. Ketua Umum Setya Novanto, Sekjena Idrus Marham, lalu ada ada Enny Saragih. "Kemudian ada beberapa nama yang disebut terlibat dalam proses hukum KPK ini," sebutnya.

Kalau tidak segera diakhiri, maka ini akan memberikan dampak buang jelek kepada elektabilitas Partai Golkar. Namun di sisi lain Partai Golkar juga harus memberikan dukungan kepada KPK. Secara internal oleh Golkar hal ini dalam rangka bersih-bersih.

Dalam hal ini yang menentukan mengelola partai adalah ketua umum, sekjen dan bendahara. Mereka yang tahu persis bagaimana aliran dana. Jadi kalau kita hanya bermain di bawah, ini sulit sekali.

"Kan ketua umum sudah, sekjen sudah (keduanya terjerat KPK), bendahara umumnya di mana. Kenapa KPK gak menyoroti itu. Bahwa aliran dana yang tahu persis pembukuan di mana-mana itu di bendahara umum. Bukan di fraksi dan lain sebagainya," beber Yorrys.

Jadi, jika kalau Partai Golkar bersih segera melakukan revitalisasi, restrukturisasi, harus siap harus menghadapi konsekuensi. Waktu tinggal 5 bulan menjelang Pileg dan Pilpres 2019.Waktu 5 bulan itu harus dimanfaatkan, kalau tidak sekarang kapan lagi.

" Waktu 5 bulan itu kalau serius pembenahan bisa mendongkrak elektabilitas Partai Golkar, sebab ini yang menjadi persepsi publik," pungkasnya.
(vhs)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved