Mendagri: Kuncinya Satu, Partisipasi Politik Masyarakat Meningkat

Sabtu, 10 November 2018 - 22:20 WIB
Mendagri: Kuncinya Satu,...
Mendagri: Kuncinya Satu, Partisipasi Politik Masyarakat Meningkat
A A A
BALI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap partisipasi politik masyarakat tinggi pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Paling tidak sesuai dengan target Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni sebesar 78%.

"Tolong adik-adik mahasiswa yang belum punya e-KTP, buat e-KTP, yang belum terdaftar di TPS urus agar hak politik Anda tidak hilang sebagai warga negara yang memiliki hak politik," kata Tjahjo Kumolo saat membuka dan memberikan sambutan dalam Seminar Nasional 2018 Ilmu Politik dengan tema Masa Depan Kedaulatan Masyarakat di Indonesia, Peran Supremasi Hukum dan Akuntabilitas Publik yang digelarkan oleh FISIP Universitas Udayana, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Tjajo, Pileg dan Pilpres merupakan bagian tahap konsolidasi demokrasi yang begitu rumit. Namun dia yakin proses demokrasi akan berjalan dengan baik. Sebab KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki pengalaman, integritas, dan profesional dalam menjalankan tugasnya penyelenggara Pemilu. Apalagi Kepolisian, TNI, BIN, Kejaksaan, Satpol PP, Pemerintah Daerah juga ikut membantu.

Mendagri meminta kalangan akademisi ikut mencermati perkembangan dan dinamika yang terjadi selama persiapan Pemilu 2019. Ini penting agar perilaku yang bisa merusak konsolidasi demokrasi, seperti politik uang, kampanye dengan hujatan dan ujaran kebencian dapat dicegah atau dikurangi.

Salah satu tugas Kemendagri, kata Tjahjo, adalah menjaga stabilitas daerah. Daerah bisa disebut berhasil ketika pertumbuhan ekonominya meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran mampu ditekan, dan terciptanya stabilitas keamanan.

"Namun itu semua bukan hanya tugas gubernur sampai kepala desa, ada unsur lain yang diharapkan memberikan kontribusi bagi pembangunan, yakni perguruan tinggi," ujarnya.

Kepentingan pusat di daerah juga memastikan program strategis nasional siapa pun presiden atau gubernurnya. Sebab, birokrasi itu satu, mulai dari presiden sampai kepala desa, harus tegak lurus. "Itulah sebuah proses pemerintahan," kata Tjahjo.
(amm)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
FKUB Berperan Penting...
FKUB Berperan Penting Jaga Stabilitas Sosial Politik Jelang Pemilu 2024
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Berita Terkini
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved