Kutbah Jumat, Rommy Ingatkan Perjuangan Ulama Pertahankan Kemerdekaan

Jum'at, 09 November 2018 - 21:19 WIB
Kutbah Jumat, Rommy...
Kutbah Jumat, Rommy Ingatkan Perjuangan Ulama Pertahankan Kemerdekaan
A A A
MAJENE - Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Rommy) menjadi khatib Jumat di Masjid Agung Raudhatul Abidin, Jalan Mayjend Aziz Bustan Kota Majene, Sulawesi Barat, Jumat (9/11/2018). Dalam kutbahnya, Rommy menyampaikan sejumlah peran umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rommy menyebut ada peran besar ulama dalam perang 10 November 1945 di Surabaya antara rakyat Indonesia melawan Belanda dan Sekutu. Para ulama saat itu mengeluarkan fatwa tentang kewajiban untuk berjihad.

“Indonesia yang saat itu baru merdeka dan memiliki TNI harus berhadapan dengan Belanda yang hendak menjajah kembali. Kemudian para ulama yang dipimpin KH Hasyim Asyari bermusyawarah dan mengeluarkan resolusi jihad,” kata Rommy.

Resolusi jihad itu memiliki 5 poin, di antaranya menyebutkan bahwa perang melawan penjajah adalah fardu ‘ain (wajib bagi semua orang). Para pejuang yang meninggal di perang dinilai meninggal sebagai syahid. Sehingga jenazahnya pun diperlakukan layaknya seorang syahid, di antaranya tidak perlu dikafani.

“Sementara semua orang yang membantu penjajah dianggap sebagai pengkhianat dan bughot yang juga harus diperangi. Mereka yang membantu Belanda dianggap pantas dibunuh,” lanjutnya.

Mengingat besarnya peran ulama mempertahankan bangsa ini, maka umat Islam saat ini juga harus berperan menjaga persatuan di Indonesia. Selain harus bisa memperkuat ukhuwah islamiah, umat Islam juga perlu berada di garda terdepan dalam menjaga ukhuwah wathonihan (kebangsaan) dan basyariah (kemanusian).

Ukhuwah wathaniyah merupakan persaudaraan yang diikat oleh rasa nasionalisme. Rasa persaudaraan ini terjalin karena sesama warga negara tanpa membeda-bedakan suku, adat dan budaya. Islam tidak melarang kita cinta terhadap Tanah Air kita karena itu sudah melekat dalam hati manusia,” paparnya.
(poe)
Berita Terkait
Profil dan Sejarah PPP,...
Profil dan Sejarah PPP, Berusia 50 Tahun Lahir dari Gabungan Partai Islam
Elite PPP Diingatkan...
Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Berkunjung ke Partai...
Berkunjung ke Partai Islam Malaysia, GMPI Ajak Kerja Sama di Bidang Kaderisasi
Berita Terkini
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Infografis
Denmark Ancam Greenland...
Denmark Ancam Greenland Setiap Kali Isu Kemerdekaan Muncul
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved