JK Minta Inhan Wujudkan Kemandirian Alutsista

Rabu, 07 November 2018 - 14:58 WIB
JK Minta Inhan Wujudkan...
JK Minta Inhan Wujudkan Kemandirian Alutsista
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta industri pertahanan (Inhan) dalam negeri mampu mewujudkan kemandirian dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Inhan dibutuhkan untuk kemandirian. Saya harapkan Indo Defence ini mampu memperlihatkan kemampuan bagaimana membangun industri yang baik untuk negara kita ini," ujarnya saat membuka Indo Defence 2018 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Menurut JK, suatu negara membutuhkan keamanan dan pertahanan. Untuk itu, sebuah negara harus mempunyai angkatan bersenjata. Karena mempunyai angkatan bersenjata, kata dia, maka negara harus punya senjata, dan peralatan yang disiapkan untuk itu.

"Kita punya pengalaman waktu di embargo tahun 1990 an karena masalah Timor bagaimana sulitnya kita memperoleh alutsista karena embargo itu. Karena itulah suatu negara harus selalu siap dan mandiri atas kemampuannya sendiri atas teknologinya disamping kerja sama dengan negara-negara lain," ucapnya.

JK menyebut, ada adagium yang selalu diingat bahwa dalam keadaan damai harus siap berperang, dalam keadaan perang harus siap berdamai. "Itulah adagium yang mendasari kita semua bahwa sebagian besar kita berada dalam kedamaian dan kita harus mempertahankan keadaan itu dengan mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri," kata JK.

Dengan demikian tidak mudah suatu negara berperang satu sama lain karena kekuatan negara itu dalam mempertahankan diri.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pada 2016 pameran ini diikuti oleh 761 peserta dari 45 negara, sedangkan pada tahun ini mengalami peningkatan menjadi 867 peserta dari 60 negara. "Saya berharap kegiatan dalam event ini akan memperluas pasar bagi produk industri pertahanan Indonesia," ujarnya.

Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipura sekaligus penyelenggara berharap Presiden Jokowi berkenan hadir di Indo Defence 2018 Expo & Forum untuk meninjau pameran teknologi industri pertahanan terbesar di Asia Tenggara ini

“Kami sangat berharap, Bapak Presiden Jokowi dapat hadir di Indo Defence 2018 Expo dan Forum. Kehadiran beliau akan memberikan nilai lebih dan menjadi semangat serta motivasi bagi kami anak-anak bangsa dan tentunya industri dalam negeri dalam menuju kemandirian,” harap Arya.

Seperti diketahui, Indo Defence 2018 Expo dan Forum ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 - 10 November 2018. Penyelenggaran Indo Defence 2018 Expo & Forum juga akan menjadi sarana informasi dan edukasi terkait teknologi industri pertahanan bagi masyarakat.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Buka Indo Defence 2024 Hari Ini
Indo Defence 2025 Diikuti...
Indo Defence 2025 Diikuti 55 Negara dan 1.180 Perusahaan Industri Pertahanan
Hasilkan Produk Unggulan,...
Hasilkan Produk Unggulan, Prabowo Undang Pimpinan Industri Pertahanan
Indo Defence 2024, Presiden...
Indo Defence 2024, Presiden Prabowo: Tidak Ada Bangsa Waras yang Menghendaki Perang!
Kemhan Dorong Industri...
Kemhan Dorong Industri Pertahanan Kembangkan Faskes untuk Melawan Covid-19
Memahami Target Kerja...
Memahami Target Kerja Sama Pertahanan Indonesia
Berita Terkini
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved