Caleg PPP Ini Sebut Rakyat Dirugikan oleh Kekosongan Jabatan

Selasa, 06 November 2018 - 14:25 WIB
Caleg PPP Ini Sebut...
Caleg PPP Ini Sebut Rakyat Dirugikan oleh Kekosongan Jabatan
A A A
JAKARTA - Kosongnya jabatan khususnya posisi yang menyangkut orang banyak, sangat berdampak dan yang dirugikan dari kekosongan jabatan ini adalah masyarakat.

Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat 'surat cinta' dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Otda Kemendagri) Sumarsono soal posisi Wakil Gubernur yang dibiarkan kosong terlalu lama.

Karena itu, PPP mengajak masyarakat untuk memberikan batas waktu agar persoalan ini segera diselesaikan karena menyangkut kemashalatan umat. Teddy Yulianto, menegaskan terlalu lamanya kursi Wagub DKI dibiarkan kosong yang dirugikan adalah warga Jakarta.

"Partai-partai pengusung itu sibuk berdebat siapa yang paling berhak menduduki kursi Wagub. Ironisnya kalau mereka bicarakan untung rugi, sedangkan yang dirugikan warga Jakarta," ucap caleg PPP DPRD DKI dapil Jakarta Selatan ini, Selasa (6/11/2018).

Teddy pun mengaku kasihan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan yang dipaksa bekerja seorang diri mengurus Jakarta. "Pak Anies dibiarkan seorang diri mengurus jakarta yang sangat kompleks ini. Enggak benar ini," tegasnya.

"Program OKE OCE yang digembar-gembor bakal jadi penguatan ekonomi masyarakat baru beberapa bulan dirubah. Ini bukti Pak Anies keteteran," lanjut Teddy.

Dia berkeyakinan, berkaca pada polemik kursi Wagub DKI ini warga Jakarta dapat menilai partai mana yang serius membela kepentingan rakyat.

"Bisa saja persoalan ini menjadi pegangan warga Jakarta untuk menentukan pilihan capres, caleg atau partai mana yang mereka dukung di Pemilu 2019 nanti. Mereka kapok mendukung partai atau calon yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat," ujarnya.

Melalui surat bernomor 122.31/8779/OTDA tertanggal 2 November 2018, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono mengingatkan agar jabatan Wagub DKI harus segera diisi karena dinamika pemerintahan Ibu Kota yang tinggi.

Menanggapi surat itu, Anies mengaku sudah lebih dulu mendorong partai pengusungnya, yakni PKS dan Gerindra agar segera menyerahkan nama kandidat Wagub.

"19 Oktober lalu Pemprov DKI sudah mengirimkan surat ke partai-partai tersebut, dan hingga kini belum ada jawaban," jelas Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/11).
(maf)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved