Polemik Wajah Boyolali, Ini Tanggapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Selasa, 06 November 2018 - 14:55 WIB
Polemik Wajah Boyolali,...
Polemik Wajah Boyolali, Ini Tanggapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
A A A
JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto angkat suara mengenai pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebut wajah Boyolali yang belum masuk ke hotel-hotel mahal dianggap menyinggung dan melecehkan harkat dan martabat masyarakat Boyolali.

Sehingga menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo tak sejalan dengan pemahaman budaya timur dan tata krama dalam politik. "Apa yang disampaikan Pak Prabowo hanya pas dalam budaya barat. Mungkin karena Pak Prabowo lama hidup di luar negeri sehingga tidak memahami tepo sliro dalam budaya Jawa, ataupun kurang paham budaya Indonesia karena masa kecilnya dibesarkan di negara barat. Semua pihak sebaiknya mengambil pelajaran tersebut bahwa di dalam politik disiplin berbicara dan pemahaman kultur bangsa itu sangat penting," ujar Hasto dalam pers rilisnya, Selasa (6/11/2018).

Hasto berpendapat, dalam kontestasi politik, isu yang berkaitan dengan perbedaan kelas dan strata sosial tidak perlu dilakukan. Sebaliknya, sebagai seorang calon pemimpin, Prabowo seharusnya menampilkan gagasan dan narasi yang positif kepada masyarakat. Sehingga, meskipun secara lahir tampak biasa namun, warga negara tetap dipandang sama dalam kedudukannya sebagai warga bangsa.

Menurutnya, gaya keras pidato Prabowo dengan model kontrasting kelas kaya dengan sebaliknya adalah kemunduran kualitas demokrasi. "Pak Prabowo harus paham bahwa menjadi petani, pedagang pasar, tukang jamu, bahkan tukang sapu adalah kerja yang bermartabat selama dilakukan dengan penuh rasa percaya diri. Sebab dengan bekerja, disitulah jati diri kemanusiaan untuk berdiri di atas kaki sendiri hadir. Tukang sapu pun punya tugas penting, membawa lingkungan menjadi bersih. Tukang sapu dilihat fungsinya mampu memerindah alam raya, mewayu hayuning bawana, jadi perannya juga penting. Hal inilah yang seharusnya dilihat Pak Prabowo. Sayang Beliau kurang memahami kultur timur seperti ini," ungkapnya.

Adapun terkait aksi Bupati Boyolali, Seno Samodro yang hadir dalam aksi tersebut dianggap wajar. Sebagai pemimpin daerah, Seno merasa wajar ketika rakyat yang dipimpinnya tersebut dilecehkan harkat dan martabatnya.

Hasto yang juga Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin itu menilai, aksi yang dilakukan Seno bersama ribuan warga Boyolali untuk mengingatkan Prabowo agar berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada masyarakat.

Sehingga, gugatan yang ditujukan kepada Bupati Boyolali yang dilakukan oleh Pendukung Prabowo juga dinilai berlebihan. "Dari kasus tersebut, sebaiknya kita mengambil pelajaran tentang pentingnya tata-krama politik dan perlunya bagi pemimpin politik untuk memahami kultur budaya bangsanya sendiri," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Pengurus Baru DPP TMP...
Pengurus Baru DPP TMP Periode 2019-2024 Dilantik, Ara: Rawat Tradisi Gotong Royong
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved