Banyak Demo Terjadi, Menunjukkan Indonesia Masih Demokratis
Jum'at, 02 November 2018 - 15:46 WIB
Banyak Demo Terjadi, Menunjukkan Indonesia Masih Demokratis
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) menggelar seminar kebangsaan dengan tema 'Jangan Suriahkan Indonesia' yang digelar pada Kamis (1/10/2018) malam di Magzi Ballroom, Hotel Grand Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Seminar ini digelar untuk dapat mengambil pengalaman pahit negara krisis timur tengah, guna mengantisipasi terjadinya kondisi serupa di dalam negeri. Apalagi dengan kondisi sosial dan politik dalam negeri yang cukup menimbulkan polemik.
Duta besar Republik Indonesia untuk Suriah, Djoko Harjanto sangat tidak setuju bila konflik yang terjadi di Indonesia sama seperti di Suriah. Menurutnya masih dalam kondisi wajar bila konflik dan perbedaan yang sering terjadi seperti demo.
"Kalau tanda-tandanya demo-demo, kalau masih damai ya kita kan sudah biasa, itu menunjukkan negara (kita) demokrasi. Tapi kalau sudah angkat senjata, kemudian dibiayai oleh negara asing, nah itu tandanya (seperti di Suriah) baru iya," ujar Djoko.
Djoko menjelaskan bahwa demo yang membawa unsur agama di dalamnya seharusnya tidak perlu dilakukan. Menurutnya agama tidak boleh di politisir, karena kepentingan negaralah tetap nomor satu.
Untuk itu perlunya dukungan media mainstream untuk bisa membawa situasi sosial dan politik di Indonesia menjadi lebih damai.
"Saya enggak pesimis, saya optimis bahwa Indonesia bisa mengawal. Rakyat Indonesia bisa gampang diatur, karena pendidikannya lebih tinggi cuman kadang-kadang media sosial yang perlu diantisipasi," jelasnya.
Mufti Damaskus dan Ketua Rekonsiliasi Nasional, Suriah Syeikh Dr. M Adnan al-Afyouni menambahkan bahwa hubungan Indonesia dengan Suriah sampai saat ini masih terjalin baik. Ini berkat mahasiswa yang menuntut ilmu di Suriah menjadi cerminan yang sangat baik
"Kami mencintai Indonesia, kami menyasksikan kesantuan kesopanan dan kebaikan pelajar Indoensia. Kami datang kesini karena akhlak dari pelajar Indonesia. Karena itu kecintaan saya kepada Indonesia seperti kecintaan saya kepada sahabat yang sejati," ungkapnya.
Seminar ini digelar untuk dapat mengambil pengalaman pahit negara krisis timur tengah, guna mengantisipasi terjadinya kondisi serupa di dalam negeri. Apalagi dengan kondisi sosial dan politik dalam negeri yang cukup menimbulkan polemik.
Duta besar Republik Indonesia untuk Suriah, Djoko Harjanto sangat tidak setuju bila konflik yang terjadi di Indonesia sama seperti di Suriah. Menurutnya masih dalam kondisi wajar bila konflik dan perbedaan yang sering terjadi seperti demo.
"Kalau tanda-tandanya demo-demo, kalau masih damai ya kita kan sudah biasa, itu menunjukkan negara (kita) demokrasi. Tapi kalau sudah angkat senjata, kemudian dibiayai oleh negara asing, nah itu tandanya (seperti di Suriah) baru iya," ujar Djoko.
Djoko menjelaskan bahwa demo yang membawa unsur agama di dalamnya seharusnya tidak perlu dilakukan. Menurutnya agama tidak boleh di politisir, karena kepentingan negaralah tetap nomor satu.
Untuk itu perlunya dukungan media mainstream untuk bisa membawa situasi sosial dan politik di Indonesia menjadi lebih damai.
"Saya enggak pesimis, saya optimis bahwa Indonesia bisa mengawal. Rakyat Indonesia bisa gampang diatur, karena pendidikannya lebih tinggi cuman kadang-kadang media sosial yang perlu diantisipasi," jelasnya.
Mufti Damaskus dan Ketua Rekonsiliasi Nasional, Suriah Syeikh Dr. M Adnan al-Afyouni menambahkan bahwa hubungan Indonesia dengan Suriah sampai saat ini masih terjalin baik. Ini berkat mahasiswa yang menuntut ilmu di Suriah menjadi cerminan yang sangat baik
"Kami mencintai Indonesia, kami menyasksikan kesantuan kesopanan dan kebaikan pelajar Indoensia. Kami datang kesini karena akhlak dari pelajar Indonesia. Karena itu kecintaan saya kepada Indonesia seperti kecintaan saya kepada sahabat yang sejati," ungkapnya.
(maf)