Turut Berduka, Menteri Siti Semangati Keluarga Korban Lion Air

Rabu, 31 Oktober 2018 - 08:02 WIB
Turut Berduka, Menteri...
Turut Berduka, Menteri Siti Semangati Keluarga Korban Lion Air
A A A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, kemarin bertolak ke Bali untuk mengikuti pertemuan internasional mengenai perlindungan lingkungan laut atau Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-Based Activities (IGR-4) (IGR-4).

Sambil menunggu jadwal keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, ia menyempatkan waktu menemui keluarga korban pesawat Lion Air JT-610. Menteri Siti memeluk dan memberi semangat keluarga korban yang tampak menangis.

Sekaligus tak lupa ia menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Mereka juga sempat melihat bersama tayangan langsung jalannya proses evakuasi hari kedua di layar televisi yang tersedia di ruang tunggu bandara. Suasana duka begitu terasa.

"Saya ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisinya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran," kata Menteri Siti.

Kementerian (LHK) juga kehilangan salah satu pejabatnya pada peristiwa jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu. Korban atas nama Ir Ubaidillah Salabi, Kasubdit Inventarisasi Hutan, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK.

"Kami masih menunggu terus kabar beliau. Tetap mendoakan yang terbaik. Mari kita terus doakan semoga seluruh proses evakuasi oleh tim di lokasi berjalan lancar," tambah Menteri Siti.

Sementara itu, H-1 jelang penyelenggaraan IGR-4 yang akan diadakan pada Rabu (31/10/2018) hingga Kamis (1/11/2018), para delegasi dari berbagai negara sudah mulai hadir di Nusa Dua, Bali.

Pertemuan lima tahunan ini dihadiri para Menteri Lingkungan Hidup negara anggota UNEP (Organisasi Bidang Lingkungan PBB). Selain itu turut hadir sekira 300 peserta terdiri dari perwakilan Negara-negara anggota UN Environment (Member States).

Dihadiri peserta lainnya dari Badan-badan terkait PBB, Non-governmental, Intergovernmental Organizations lainnya, dunia usaha (private sector), para ahli, dan sejumlah anggota-anggota organisasi yang diakreditasi UN Environment Assembly dalam kapasitas sebagai observer.

Nantinya Menteri LHK Siti Nurbaya, sebagai Ketua Forum setelah sebelumnya diketuai Filipina, akan memimpin berbagai sidang untuk menghasilkan berbagai kesepakatan baru antar negara.

Tema yang diangkat IGR-4 yakni 'Pollution in Ocean and Land Connection'. Untuk Ketua dan tiga Wakil Ketua akan dipilih sesuai prosedur UNEP pada sidang sesi pertama Rabu (31/10) pagi mendatang.

"Hasil-hasil kesepakatan IGR-4, akan dituangkan dalam deklarasi Bali sebagai dukungan nyata perlindungan dan pelestarian lingkungan laut global, terutama dari masalah sampah plastik," ungkap Menteri Siti.
(maf)
Berita Terkait
Pemulihan Ekonomi Tidak...
Pemulihan Ekonomi Tidak Akan Berhasil Tanpa Investasi ke Alam
Kiprah DKN Harus Diperkuat...
Kiprah DKN Harus Diperkuat untuk Kawal Kualitas Kebijakan LHK
Balai Besar Tana Bentarum...
Balai Besar Tana Bentarum Raih Dua Penghargaan Lomba Video Kementerian LHK
KLHK: Turunkan Emisi...
KLHK: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perilaku Saat Pandemi Harus Dijaga
KLHK Tingkat Kemampuan...
KLHK Tingkat Kemampuan Tenaga SAR
Dewan Kehutanan Nasional...
Dewan Kehutanan Nasional Diharapkan Jaga Sinergi dengan Pemerintah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved