Bawaslu Antisipasi Pemilih Siluman

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 14:05 WIB
Bawaslu Antisipasi Pemilih...
Bawaslu Antisipasi Pemilih Siluman
A A A
JAKARTA - Bawaslu akan melakukan antisipasi agar tidak ada pemilih siluman saat pencoblosan nanti. Selain pemutakhiran data juga ada penambahan 200.000 TPS agar tidak terjadi penumpukan.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) M Afifuddin mengatakan, mekanisme baru yang akan diterapkan pada proses pencoblosan nanti adalah semua pemilih harus menandatangani absensi sendiri. Kata dia, pada pemilu sebelumnya absen dipegang petugas namun nanti tidak boleh lagi.

''Ini (absen) untuk menyesuaikan antara yang datang dengan suarat suara terpakai itu sama. Nah ini hal baru,'' katanya pada Polemik Sindo Trijaya Pemilih Milenial dan Masa Depan Bangsa di Jakarta, Sabtu (20/21/2018).

Afifudin mengakui bahwa semua orang menyampaikan bahwa kerumitan pemilu kali ini sangat luar biasa. Dan hal ini, kata dia, diakui pula oleh Bawaslu yang tidak mau proses pencoblosan nanti tidak ada pemilih yang selundupan. Dia menuturkan, salah satu cara yang akan dipakai untuk mengawasi ialah dengan mengurangi jumlah pemilih di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menambah jumlah lokasi TPSnya.

Dia menjelaskan, nanti pada satu TPS karena jumlah kotak ada lima maka jumlah pemilih yang terabsen di satu TPS juga dibatasi hanya 300 orang saja. Sehingga untuk mengurai penumpukan peserta yang datang maka Bawaslu akan menambah 200.000 TPS lagi. ''Jadi akan ada 800.000 TPS dari pemilu sebelumnya sekitar 600.000 TPS (saja),'' ungkapnya.

Afifudin menuturkan, Bawaslu juga akan memakai masyarakat sebagai pengawas di TPS. Namun, kata dia, baik pemerintah, KPU dan juga Bawaslu sudah memperbarui sistem dimana nanti mekanisme pengecekan pun akan bisa dilihat langsung dengan sistem online.

Menurutnya, jika ada pemilih yang belum bisa merekam e-KTP maka masih boleh datang ke TPS dengan membawa surat keterangan. Dia menjelaskan, masih ada waktu hingga 31 Desember untuk merapikan data pemilih dengan bekerjasama Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.

Afifuddin menuturkan, dari sisi antisipasi data agar tidak ada pemilih siluman maka proses verifikasi dan validasi data menjadi point utama. Kata dia, data pemilih masih terus dikoreksi agar bisa mendapat data yang paling mutakhir dengan sistem by name by address. ''Meski ini data hidup ga mungkin 100% karena ada yang meninggal dll. Intinya data itu mutakhir dan dari sisi Bawaslu itu by name by address,'' ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Kontroversi RUU Pemilu,...
Kontroversi RUU Pemilu, PT 20% Ulang Polarisasi Tajam di Pilpres 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Alasan Sekutu NATO Menyesal...
Alasan Sekutu NATO Menyesal Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved