Reaksi PDIP Soal 31 Juta Data Pemilih Belum Masuk DPT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:57 WIB
Reaksi PDIP Soal 31 Juta Data Pemilih Belum Masuk DPT
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai informasi mengenai adanya 31 juta data pemilih belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dibuktikan.
Hal itu dinyatakan PDIP menanggapi langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemarin meminta klarifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai 31 juta data pemilih yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). (Baca juga: Tim Prabowo-Sandi Terkejut Ada 31 Juta Data Pemilih Belum Masuk DPT )
Kubu Prabowo-Sandi merasa terkejut sekaligus juga curiga lantaran data yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dirahasiakan.
"Mengelola bangsa dan negara tidak boleh dengan sakwasangka. Harus disertai dengan bukti," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Hasto menilai jika segala sesuatunya ditinjau dari perspektif negatif maka negara akan sulit untuk maju. Oleh karena itu, kecurigaan tersebut harus bisa dibuktikan.
"Jadi segala sesuatu yang kurang mari kita perbaiki. Karena kita semua punya komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu.
Hal itu dinyatakan PDIP menanggapi langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemarin meminta klarifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai 31 juta data pemilih yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). (Baca juga: Tim Prabowo-Sandi Terkejut Ada 31 Juta Data Pemilih Belum Masuk DPT )
Kubu Prabowo-Sandi merasa terkejut sekaligus juga curiga lantaran data yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dirahasiakan.
"Mengelola bangsa dan negara tidak boleh dengan sakwasangka. Harus disertai dengan bukti," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Hasto menilai jika segala sesuatunya ditinjau dari perspektif negatif maka negara akan sulit untuk maju. Oleh karena itu, kecurigaan tersebut harus bisa dibuktikan.
"Jadi segala sesuatu yang kurang mari kita perbaiki. Karena kita semua punya komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu.
(dam)