Kubu Jokowi: Prabowo Minim Prestasi yang Bisa Dibanggakan

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 15:36 WIB
Kubu Jokowi: Prabowo...
Kubu Jokowi: Prabowo Minim Prestasi yang Bisa Dibanggakan
A A A
JAKARTA - Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyinggung kekayaan ekonomi Indonesia menguntungkan pihak tertentu dan keluarga dengan menggaungkan istilah 'Make Indonesia Great Again' menuai komentar negatif dari kalangan masyarakat, terlebih Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.

"Dengan segala hormat saya pada pak Prabowo justru beliau belum kerja apa-apa untuk rakyat kita kecuali jargon dan bunyi-bunyi yang besar," kata Juru Bicara TKN, Abdul Kadir Karding di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Karding mengatakan, dirinya belum melihat prestasi yang patut dibanggakan kepada rakyat, termasuk gagasan yang ditawarkan untuk rakyat. Sehingga, Prabowo perlu kembali melihat sejarah bangsa yang mengingatkan bahwa lahirnya Reformasi karena kesadaran masyarakat untuk mengubah praktik KKN yang dilakukan Rezim Soeharto dan kroni-kroninya.

"Dan pak Prabowo menantu (Soeharto) saat itu, dan secara tidak langsung pasti beliau mendapat banyak keuntungan dari situ," ujar Politikus PKB itu.

Karenanya, menurut Karding, slogan make Indonesia great again yang digaungkan Prabowo dianggap tidak kreatif dan 'copy paste' karena meniru Presiden Donald Trump saat kampanye Pilpres Amerika Serikat. Ia menganggap, Prabowo tidak memiliki prinsip ke Indonesia-an.

Sementara itu, Karding yang juga Wakil TKN Jokowi-Ma'ruf menyebut konsep make Indonesia great again telah dilaksanakan Presiden Jokowi sejak lima tahun yang lalu. "Sama kayak indonesia hebat. Great itu hebat kan," ungkapnya.

Karding mengaku khawatir, jika Prabowo terjebak pada slogan yang dibangun Trump maka, dampak yang terburuk, perilaku dan kebijakan Trump yang kontroversial akan mempengaruhi karakter berfikir seorang Prabowo.

"Membangun rasisme dalam kebijakan utama, perbedaan sara menonjol, agama diunggulkan, warna kulit, imigran, penduduk asli. Kita di Indonesia gak pakai itu, kita pancasila. Basis nilai bhineka gotong royong sebagai sesama manusia. Jadi jangan samakan dengan Amerika," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Relawan Prabowo 2019...
Relawan Prabowo 2019 Banten Cabut Dukungan
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Apakah Bulan Puasa 2025...
Apakah Bulan Puasa 2025 Sekolah Libur? Ternyata Adalah Janji Prabowo-Sandi Waktu Pemilu 2019
Berita Terkini
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Alumni KPK Masuk Tim...
Alumni KPK Masuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Budi Prasetyo: Progres yang Positif
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved