Pentingnya Diagnosa dan Penanganan Indikasi Anak Gizi Buruk

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 06:24 WIB
Pentingnya Diagnosa...
Pentingnya Diagnosa dan Penanganan Indikasi Anak Gizi Buruk
A A A
JAKARTA - Gizi buruk atau Malnutrisi masih menjadi ancaman bagi anak-anak di dunia, termasuk beberapa negara di kawasan Asia Pasifik yang masih menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Professor of Necker-Enfants Malades Hospital di Paris, Olivier Goulet memaparkan, apapun sebutannya, baik itu faltering growth maupun failure to thrive, kondisi penurunan atau stagnansi tumbuh kembang anak adalah protein energy malnutrition.

"Setelah terjadi indikasi faltering growth, anak membutuhkan asupan dengan energi dan protein hewani yang tinggi. Intervensi perlu dibantu berbagai pihak, mengingat kesehatan anak sangat rentan, mereka menghadapi tantangan yang besar untuk menstabilkan kesehatan anak, dan kita harus menghindari dampak jangka panjang dari malnutrisi," ujar Oliver pada ASPAC Faltering Growth Summit di Bali yang diikuti negara-negara di Asia Pasifik.

ASPAC Faltering Growth Forum sendiri telah berlangsung beberapa waktu lalu dengan menghadirkan tenaga medis, dan organisasi profesi kedokteran yang membahas diagnosa dan penanganan indikasi faltering growth atau gagal tumbuh pada anak.

Dalam kurva pertumbuhan berat dan tinggi badan, faltering growth ditunjukkan dengan penurunan sebanyak 2 poin, atau tidak tumbuh pada pengukuran dalam 2 kurun waktu yang berkesinambungan.

"Jika tidak segera dilakukan intervensi, kondisi ini akan berujung pada kondisi malnutrisi (gizi kurang, gizi buruk), hingga berujung pada kondisi stunting," tambahnya.

Kondisi stunting pada dua tahun pertama kehidupan bersifat tidak bisa kembali (irreversible), sehingga pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak terganggu secara permanen.

Perwakilan tenaga medis dari China, India, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar dan Thailand memaparkan kondisi malnutrisi di negara masing-masing dan penanganannya, serta berdiskusi mengenai penanganan malnutrisi yang tepat untuk rumah sakit dan komunitas, dan apa yang dibutuhkan untuk menurunkan prevalensi malnutrisi.

Hal ini termasuk peraturan pemerintah setempat yang mendukung tindakan preventif interventif terhadap gagal tumbuh. Malnutrisi dapat disebabkan oleh faktor konsumsi nutrisi yang kurang, penyakit bawaan lahir, hingga kondisi lingkungan yang terkontaminasi.

Untuk menghindari faltering growth, nutrisi anak pada dua tahun pertama kehidupannya sangat perlu diperhatikan, termasuk kebutuhan mikronutrien dan makronutrien seperti protein hewani.

Hal ini juga berlaku bagi Ibu yang sedang menyusui. Kondisi ini harus dipertahankan dan dimonitor, maka dari itu pemeriksaan rutin pertumbuhan anak sangat penting untuk deteksi dini faltering growth dan penentuan tindakan selanjutnya.
(maf)
Berita Terkait
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan Protokol Perlindungan Kesehatan Anak
Unusa Pelatihan Volunter...
Unusa Pelatihan Volunter untuk Program Pembelajaran Anak Marginal di Sidoarjo
PATBM Libatkan Masyarakat...
PATBM Libatkan Masyarakat Cegah Kekerasan Anak di Masa Pandemi Covid-19
Tim Perlindungan Anak...
Tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat di Desa Harus Dibentuk
Muhaimin Iskandar Tandatangani...
Muhaimin Iskandar Tandatangani Petisi Perlindungan Anak
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved