Figur Jokowi Dinilai Hilangkan Friksi di Antara Yenny Wahid dan PKB
Jum'at, 28 September 2018 - 15:08 WIB
Figur Jokowi Dinilai Hilangkan Friksi di Antara Yenny Wahid dan PKB
A
A
A
JAKARTA - Putri mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid dan barisan kader Gus Dur resmi mendukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Kendati begitu, bergabungnya Yenny Wahid dan kader Gus Dur dianggap tak lepas dari pendapat sejumlah pihak yang mengaitkan 'friksi' di antara Yenny dan PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Diakui Sekjen DPP PSI, Raja Juli Antoni bahwa semua orang tahu memang ada jarak antara PKB dan Yenny Wahid. "Tapi justru yang menarik dan perlu dicatat justru kehadiran Pak Jokowi di sini yang bisa mempertemukan lah ya, Pak Jokowi menjadi simbol, menjadi titik temu untuk bersama-sama berjuang bersama-sama untuk kebaikan bangsa dan negara," ujar Antoni saat dihubungi SINDOnews, Kamis (27/9/2018).
Pria yang akrab disapa Toni menganggap setiap perbedaan selalu terjadi dalam sebuah organisasi. Namun, ada saatnya perbedaan itu akan cair setelah masing-masing pihak meletakkan kepentingan bangsa dan negara sebagai hal yang utama.
Dalam hal ini, Toni menganggap Yenny dan Cak Imin telah melihat kepentingan bangsa yang lebih besar. Maka itu, Toni menilai figur Jokowi telah berhasil menghilangkan friksi di antara keduanya.
"Saya kira bisa disebut begitu ya dengan sepakat menjadikan titik temu, simbol berjuang bersama," tandasnya.
Kendati begitu, bergabungnya Yenny Wahid dan kader Gus Dur dianggap tak lepas dari pendapat sejumlah pihak yang mengaitkan 'friksi' di antara Yenny dan PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Diakui Sekjen DPP PSI, Raja Juli Antoni bahwa semua orang tahu memang ada jarak antara PKB dan Yenny Wahid. "Tapi justru yang menarik dan perlu dicatat justru kehadiran Pak Jokowi di sini yang bisa mempertemukan lah ya, Pak Jokowi menjadi simbol, menjadi titik temu untuk bersama-sama berjuang bersama-sama untuk kebaikan bangsa dan negara," ujar Antoni saat dihubungi SINDOnews, Kamis (27/9/2018).
Pria yang akrab disapa Toni menganggap setiap perbedaan selalu terjadi dalam sebuah organisasi. Namun, ada saatnya perbedaan itu akan cair setelah masing-masing pihak meletakkan kepentingan bangsa dan negara sebagai hal yang utama.
Dalam hal ini, Toni menganggap Yenny dan Cak Imin telah melihat kepentingan bangsa yang lebih besar. Maka itu, Toni menilai figur Jokowi telah berhasil menghilangkan friksi di antara keduanya.
"Saya kira bisa disebut begitu ya dengan sepakat menjadikan titik temu, simbol berjuang bersama," tandasnya.
(kri)