Pasangan Capres-Cawapres Diminta Saling Bela jika Diserang Hoaks
Senin, 24 September 2018 - 16:29 WIB
Pasangan Capres-Cawapres Diminta Saling Bela jika Diserang Hoaks
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik Emrus Sihombing mengusulkan dua pasangan calon presiden-wakil presiden untuk saling membela satu sama lain ketika pesaingnya diserang isu hoaks atau kabar bohong dan ujaran kebencian.
"Jika terjadi hoaks atau hate speech harusnya pasangan calon lain yang maju membela ke permukaan dengan menyatakn ketidaksetujuannya atas hoaks yang mendera pesaingnya," tutur Emrus dalam diskusi publik bertajuk Waspada Penumpang Gelap Pilpres 2019 di Kwitang, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Emrus mengatakan, sikap saling bela seperti ini pernah terjadi dalam Pemilu di Amerika Serikat. Para kontestan ingin memastikan pemilu berjalan adil dengan cara membela apabila pesaingnya didera isu hoaks.
Dia menambahkan, untuk mewujudkan pemilu yang kondusif, dua pihak yang berkontestasi harus berupaya untuk mengeliminasi potensi munculnya penumpang gelap.
Hal itu, kata Emrus, bisa dilakukan oleh para cpres-cawapres dengan menggelar pertemuan rutin di sela kesibukan kampanyenya.
"Misalnya, Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Pak Prabowo-Sandiaga Uno, lakukanlah silaturahmi sekali dalam seminggu. Tentu kan bagus sekali kalau itu terjadi sehingga ketika polarisasi tercipta di masyarakat, orang bisa merujuk kepada kedua pimpinannya tersebut," kata Emrus.
"Jika terjadi hoaks atau hate speech harusnya pasangan calon lain yang maju membela ke permukaan dengan menyatakn ketidaksetujuannya atas hoaks yang mendera pesaingnya," tutur Emrus dalam diskusi publik bertajuk Waspada Penumpang Gelap Pilpres 2019 di Kwitang, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Emrus mengatakan, sikap saling bela seperti ini pernah terjadi dalam Pemilu di Amerika Serikat. Para kontestan ingin memastikan pemilu berjalan adil dengan cara membela apabila pesaingnya didera isu hoaks.
Dia menambahkan, untuk mewujudkan pemilu yang kondusif, dua pihak yang berkontestasi harus berupaya untuk mengeliminasi potensi munculnya penumpang gelap.
Hal itu, kata Emrus, bisa dilakukan oleh para cpres-cawapres dengan menggelar pertemuan rutin di sela kesibukan kampanyenya.
"Misalnya, Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Pak Prabowo-Sandiaga Uno, lakukanlah silaturahmi sekali dalam seminggu. Tentu kan bagus sekali kalau itu terjadi sehingga ketika polarisasi tercipta di masyarakat, orang bisa merujuk kepada kedua pimpinannya tersebut," kata Emrus.
(dam)