Masyarakat Semakin Mandiri, Politik Uang Sudah Tak Laku
Selasa, 18 September 2018 - 19:56 WIB
Masyarakat Semakin Mandiri, Politik Uang Sudah Tak Laku
A
A
A
JAKARTA - PolMark Indonesia Research Center mengungkap ada kecenderungan politik uang sudah tidak lagi efektif digunakan pada pemilu. sebagian besar masyarakat sudah menyadari bahwa politik uang tidak dibenarkan.
Kendati demikian, praktik politik uang masih marak terjadi di tengah masyarakat. Namun hal tersebut tidak berjalan efektif lantaran pemilih dinilai sudah semakin mandiri.
"Kemandirian di sini artinya semakin banyak orang yang bertumbuh pada dirinya dalam menentukan pilihan," ujar CEO Polmark Indonesia Research Center Eep Saefulah Fattah saat memaparkan hasil riset Polmark bertema Pemilih Makin Mandiri, Politik Uang Tidak Efektif, di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).
Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat menjadi pemilih mandiri. Hal tersebut dijelaskan Eep dimulai dari lingkaran terdekat seperti, diri sendiri, keluarga, tetangga dan RT/RW.
Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Valina Singka Subekti menilai hasil riset PolMark merupakan hal positif untuk diinformasikan.
Karena tren kecenderungan pemilih telah mengalami perubahan. "Ini adalah hasil dari dinamika panjang sejak kita mengadopsi sistem pemilihan langsung sejak Pemilu 2004," tuturnya.
Riset Polmark merupakan hasil olahan data dari 142 survei yang dilakukan dalam rentang waktu enam tahun sejak 6 Februari 2012 hingga 11 Juni 2018.
Kendati demikian, praktik politik uang masih marak terjadi di tengah masyarakat. Namun hal tersebut tidak berjalan efektif lantaran pemilih dinilai sudah semakin mandiri.
"Kemandirian di sini artinya semakin banyak orang yang bertumbuh pada dirinya dalam menentukan pilihan," ujar CEO Polmark Indonesia Research Center Eep Saefulah Fattah saat memaparkan hasil riset Polmark bertema Pemilih Makin Mandiri, Politik Uang Tidak Efektif, di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).
Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat menjadi pemilih mandiri. Hal tersebut dijelaskan Eep dimulai dari lingkaran terdekat seperti, diri sendiri, keluarga, tetangga dan RT/RW.
Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Valina Singka Subekti menilai hasil riset PolMark merupakan hal positif untuk diinformasikan.
Karena tren kecenderungan pemilih telah mengalami perubahan. "Ini adalah hasil dari dinamika panjang sejak kita mengadopsi sistem pemilihan langsung sejak Pemilu 2004," tuturnya.
Riset Polmark merupakan hasil olahan data dari 142 survei yang dilakukan dalam rentang waktu enam tahun sejak 6 Februari 2012 hingga 11 Juni 2018.
(dam)