SBY Ragukan Netralitas Pemerintahan Jokowi di Pemilu 2019

Senin, 17 September 2018 - 22:22 WIB
SBY Ragukan Netralitas...
SBY Ragukan Netralitas Pemerintahan Jokowi di Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Pemilu Serentak 2019 menjadi momentum politik bagi rakyat Indonesia. Sebagai partai yang pernah berkuasa selama 10 tahun, Partai Demokrat meragukan netralitas Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Politik akan makin memanas. Banyak godaan dan ujian yang akan kita hadapi. Negara kembali akan diuji apakah Pemilu 2019 ini dapat berlangsung secara damai, adil dan demokratis. Peaceful, free and fair election," ujar Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato politiknya di acara, "Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-17 Tahun Partai Demokrat" di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Senin, (17/9/2018).

Presiden yang pernah menjabat dua periode tersebut mengatakan, tiga pemilu sebelumnya yaitu Pemilu 2004, Pemilu 2009 dan Pemilu 2014, telah berlangsung secara damai, adil dan demokratis. "Karena itu sejarah akan menguji apakah negara dapat mempertahankan prestasi ini," katanya.

Namun ia masih mempertanyakan, apakah netralitas pemerintahan dalam hal ini koalisi petahana yang ikut berlaga di 2019 mendatang mampu bersikap netral.

"Kita akan diuji, apakah untuk meraih kemenangan dalam pemilu, ada yang tergoda menghalalkan segala cara. Termasuk menyalahgunakan kekuasaan, melanggar undang-undang serta menghalang-halangi pihak lain untuk menjalankan kampanye pemilu yang semestinya," paparnya.

Selain itu jelang delapan bulan Pemilu Serentak 2019, SBY menyebut apakah perangkat negara seperti Badan Intelijen Negara (BIN), kepolisian dan militer bersikap netral.

"Ingat, TNI, Polri dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral. Sebagai salah satu pelaku reformasi, saya ingatkan TNI, Polri dan BIN harus belajar dari sejarah, bahwa karena kesalahan masa lampaunya, rakyat terpaksa memberikan koreksi. Kita semua akan diuji oleh sejarah. Siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Demokrat Minta Pemerintah...
Demokrat Minta Pemerintah Jalankan Kebijakan Pro Growth, Pro Poor, Pro Job
Demokrat Ingatkan Pemerintah...
Demokrat Ingatkan Pemerintah Segera Buat Road Map Penanganan Corona
Berita Terkini
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved