Pengamat Ingatkan Indonesia Soal Pola Radikalisme di Suriah

Senin, 10 September 2018 - 12:48 WIB
Pengamat Ingatkan Indonesia...
Pengamat Ingatkan Indonesia Soal Pola Radikalisme di Suriah
A A A
JAKARTA - Berbagai pihak diminta untuk mewaspadai adanya gerakan-gerakan yang berpotensi membuat Indonesia terpecah belah, seperti yang terjadi di Suriah.

Menurut pengamat politik Timur Tengah, M. Najih Arromadoni, misi utama kelompok radikal yang mengacaubalaukan Suriah adalah meruntuhkan sistem yang ada dan menggantinya dengan khilafah. Ganti sistem inilah yang juga disuarakan oleh bekas anggota kelompok tertentu di Indonesia.
"Khilafah bagi mereka layaknya 'lampu ajaib' yang bisa memberi apa saja dan menyelesaikan masalah apa saja. Tidak sadar bahwa berbagai kelompok saling membunuh dan berperang di Timur Tengah karena sedang berebut mendirikan khilafah, dan ujungnya adalah kebinasaan,” kata Najih di Jakarta, Senin (10/9/2019).

Alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus ini menilai pola gerakan #2019GantiPresiden memiliki kesamaan dengan kelompok makar di Suriah yang menginginkan mengganti sistem dan turunnya Presiden Bashar Al Assad.

“Saat kelompok makar di Suriah berusaha meruntuhkan sistem dan pelaksana negara, mereka mengampanyekan slogan al-sha'b yurid isqat al-nizam (rakyat menghendaki rezim turun) dan irhal ya Basyar (turunlah Presiden Basyar),” ujarnya.

Dia menilai slogan tersebut mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia dengan gerakan tagar 2019 Ganti Presiden. Kemiripan lainnya dikatakan Najih, yakni adanya politisasi agama.

“Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran,” ujarnya.

Selain politisasi agama, lanjut Najih, pola gerakan "mensuriahkan" Indonesia juga berupaya menghilangkan kepercayaan kepada pemerintah dengan terus-menerus menebar fitnah, bukan kritik konstruktif terhadap pemerintah.

Menurut dia, sesekali Presiden Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni.“Dalam konteks Indonesia, anda bisa mengingat-ingat sendiri, Presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, China, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
5 Dampak Buruk Korban...
5 Dampak Buruk Korban KDRT, Berkaca Kasus yang Dokter Qory
Cegah Tindakan Kekerasan...
Cegah Tindakan Kekerasan Lewat Pendidikan Perdamaian
Di Dewan HAM, RI Serukan...
Di Dewan HAM, RI Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial
Kutuk Tindakan Kekerasan...
Kutuk Tindakan Kekerasan Israel, Menlu: Indonesia Akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
Dituding Kurang Responsif...
Dituding Kurang Responsif Soal Tindakan Pemerasan dan Kekerasan oleh Pengemudinya, Begini Pembelaan Grab Indonesia
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved