Pengamat: Tokoh Politik Adalah 'Pemain Drama' yang Andal
Kamis, 30 Agustus 2018 - 16:26 WIB
Pengamat: Tokoh Politik Adalah 'Pemain Drama' yang Andal
A
A
A
JAKARTA - Berpelukannya Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di hadapan publik saat gelaran Asian Games 2018, Rabu 29 Agustus 2018 membuat heboh publik Tanah Air.
Mereka berpelukan setelah dirangkul oleh Hanifan Yudani Kusumah, pesilat yang meraih medali emas Asian Games kategori Mens Class C 55 Kg to 60. Kehadiran Prabowo di acara tersebut sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
"Apa yang dilakukan Hanifan telah mampu mendinginkan kondisi politik di Tanah Air menjelang Pilpres 2019. Momen ini jelas mendinginkan suasana sementara ini," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada SINDOnews, Kamis (30/8/2018).
Menurut dia, sebenarnya kunci untuk mendinginkan suasana politik Tanah Air ada di tangan dua kandidat calon presiden 2019, yakni Jokowi dan Prabowo.
Keduanya kembali menjadi rival pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. "Hanya saja, sanggup kah Prabowo dan Jokowi tetap menjaga hubungan mereka mesra seperti ini dan sering tampil bersama di publik?" tuturnya.
Hendri khawatir kubu Jokowi dan Prabowo akan saling klaim keberhasilan masing-masing ke publik. Namun dia berharap suasana dingin ini mampu bertahan hingga terpilihnya presiden periode 2019-2024.
"Tapi yang perlu diingat, tokoh politik juga kadang merupakan pemain drama yang andal. Kali ini bisa tersenyum, saling berpelukan, besok-besok bertarung lagi demi kekuasaan. Karena kekuasaan adalah segala-galanya. Kepentingan adalah segala-galanya itulah yang membikin politik ini menjadi ajang kompetisi yang terkadang membuat suasana panas," tuturnya.
Mereka berpelukan setelah dirangkul oleh Hanifan Yudani Kusumah, pesilat yang meraih medali emas Asian Games kategori Mens Class C 55 Kg to 60. Kehadiran Prabowo di acara tersebut sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
"Apa yang dilakukan Hanifan telah mampu mendinginkan kondisi politik di Tanah Air menjelang Pilpres 2019. Momen ini jelas mendinginkan suasana sementara ini," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada SINDOnews, Kamis (30/8/2018).
Menurut dia, sebenarnya kunci untuk mendinginkan suasana politik Tanah Air ada di tangan dua kandidat calon presiden 2019, yakni Jokowi dan Prabowo.
Keduanya kembali menjadi rival pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. "Hanya saja, sanggup kah Prabowo dan Jokowi tetap menjaga hubungan mereka mesra seperti ini dan sering tampil bersama di publik?" tuturnya.
Hendri khawatir kubu Jokowi dan Prabowo akan saling klaim keberhasilan masing-masing ke publik. Namun dia berharap suasana dingin ini mampu bertahan hingga terpilihnya presiden periode 2019-2024.
"Tapi yang perlu diingat, tokoh politik juga kadang merupakan pemain drama yang andal. Kali ini bisa tersenyum, saling berpelukan, besok-besok bertarung lagi demi kekuasaan. Karena kekuasaan adalah segala-galanya. Kepentingan adalah segala-galanya itulah yang membikin politik ini menjadi ajang kompetisi yang terkadang membuat suasana panas," tuturnya.
(dam)