Haul Kiai Ruhiat di Cipasung Dipenuhi Santri, Alumi dan Jamaah

Rabu, 29 Agustus 2018 - 09:28 WIB
Haul Kiai Ruhiat di...
Haul Kiai Ruhiat di Cipasung Dipenuhi Santri, Alumi dan Jamaah
A A A
JAKARTA - KH Cholil Nafis mengisi haul ke-41, KH Ruhiat dan ke-11, KH Ilyas Ruhiat di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa 28 Agustus 2018. Ribuan santri, alumni, jamaah tumpah ruah mengikuti rangkaian acara hingga akhir.

Diawali dengan paparan KH Koko Komarudin tentang sejarah almarhum dan kegigihannya dalam mendirikan pesantren dengan menyebutkan garis keturunan almarhum dan perjuangan selama hidupnya hingga mendirikan Pesantren Cipasung.
Haul Kiai Ruhiat di Cipasung Dipenuhi Santri, Alumi dan Jamaah
Kiai Cholil mengagumi perjuangan kedua almarhum bermula dari orang biasa dan belajar di dalam negeri namun berhasil mencetak santri dan alumninya yang bermanfaat bagi bangsa dan agama. Mereka telah membuktikan alumninya menjadi apa-apa dari tidak apa-apa.

Hikmah haul yang diperingati tiap tahun adalah bakti anak kepada orang tuanya dan sebagai pelajaran untuk lebih mengingat jasa almarhum. "Marilah kita ambil nilai dan pelajaran dari almarhum dan menyesuaikan dengan perjuangan manusia," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa tidak ada santri yang nganggur, karena jiwa santri adalah bermanfaat bagi orang lain. Pesantren hingga saat ini mencetak orang yang mendalami agama juga menyiapkan tokoh reformis, tidak ada lulusan pesantren yang bercita-cita jadi orang kaya dan hedonis tapi ingin hidup bahagia dan berguna.

Indonesia adalah negara paling Islami dan sesuai dengan Piagam Madinah yang digagas oleh Rasulullah, salah satu unsurnya adalah persatuan bagi seluruh warganya, juga Nabi tidak menciptakan negara agama. Islam tidak menentukan suatu negara berdasarkan agama tetapi harus ada keadilan, memelihara agama, dan stabilitas sosial.

Selain itu, supaya tidak sesat di jalan, Kiai Cholil berpesan kepada para santri Cipasung untuk membekali diri dengan ilmu yang benar jika ingin terjun di politik.

Inti demokrasi adalah perkembangan dan kemajuan bangsa bukan siapa yang memimpin. Yang lebih penting adalah visi, misi, dan program yang dapat memajukan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiat mengutip hadis Rasulullah yang bersabda, bahwa terdapat 4 amalan yang akan sampai kepada almarhum yaitu sembahyang untuk almarhum, mendoakan almarhum, meneruskan perjuangannya, dan menjaga pertemanannya.
(mhd)
Berita Terkait
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Nahdlatul Ulama Akan...
Nahdlatul Ulama Akan Bangun Peradaban dari Lautan
Berita Terkini
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
JPU Harap Majelis Hakim...
JPU Harap Majelis Hakim Tolak Eksepsi Dokter Tifa, Minta Sidang Dilanjutkan ke Materi Pokok Perkara
Mantan Wakil Ketua KPK...
Mantan Wakil Ketua KPK Sebut Pengalihan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Acuan Hukumnya
Profil Chatarina Girsang,...
Profil Chatarina Girsang, Jaksa yang Ikut Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Kejagung: Beliau Ada, Tinggal Diperiksa Saja
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved